WASHINGTON-KEMPALAN: George Soros, milyader Amerika Serikat menyerukan perubahan rezim Xi Jingping di Tiongkok dalam sebuah pidato di Intitusi Hover pada Senin (31/1).
Pada pidato itu, ia membandingkan Olimpiade Musim Dingin di Beijing pada 2022 dengan Olimpiade di Jerman pada masa Nazi. Soros juga menyebut Tiongkok sebagai negara otoriter paling kuat dan ancaman masyarakat terbuka pada masa kini.
Ia juga menyebut Xi Jinping sebagai orang yang sangat mempercayai komunisme dan berusaha untuk menggunakan acara itu guna mempropagandakan kemenangan dari sistem pengendalian ketatnya.
Sang milyader menutup pidatonya dengan seruan untuk perubahan rezim di Tiongkok yang menggemakan banyak permintaan dari pendukung konservatisme di Amerika Serikat yang menentang kepemimpinan Xi Jinping.
Melansir RT, Soros menuding Xi mengidolakan Lenin dan Mao dan mengatakan bahwa penyebaran cepat Omicron di negara itu akan menjadi penyebab kejatuhan Xi terutama selama proyek Olimpiade Musim Dingin.
Punggawa Open Society itu juga menyatakan bahwa Tiongkok sedang menghadapi krisis ekonomi karena ledakan real estate pada tahun kemarin dan presidennya tidak akan mampu mengembalikan kepercayaan diri dalam perindustrian yang bermasalah itu.
“Masih harus dilihat bagaimana pihak berwenang akan menangani krisis ini,” kata Soros, selama diskusi panel tentang perkembangan di China dan bagaimana Amerika Serikat harus merespons seperti yang dikutip Kempalan dari CNN. (RT/CNN, Muhammad Nurilham)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi