WOODSTOCK-KEMPALAN: Sekitar setengah lusin universitas di Distrik Columbia dan lima negara bagian lainnya menanggapi ancaman pengeboman pada Senin (31/1). Beberapa di antaranya bahkan menutup kampusnya selama beberapa waktu.
Melansir Voice of America, mereka memperingatkan mahasiswanya dengan para pegawai mengatakan, ancaman itu menyasar bangunan untuk aktivitas akademik. FBI sendiri menyadari adanya ancaman pengeboman yang diterima oleh sejumlah universitas dan peguruan tinggi yang dekat dengan kelompok kulit hitam.
Badan itu, melalui jurubicaranya di Atlanta menyampaikan bahwa mereka menganggap seluruh ancaman potensial secara serius dan bekerja sama dengan penegak hukum secara reguler untuk menentukan kredibilitas dari ancaman tersebut.
Universitas Negeri Albany di Georgia memperingatkan mahasiswa dan fakultas-nya melalui media sosial bahwa sebuah ancaman pengeboman telah diarahkan kepada bangunan akademik dari universitas itu.
Sementara pegawai kampus dari Southern University dan A&M College di Lousiana mengatakan kepada mahasiswanya untuk tetap di asramanya hingga situasi sudah aman. Adapun Universitas Negeri Bowie di Maryland para pegawainya telah mengatakan kepada semua orang di kampus untuk berlindung hingga informasi lebih lanjut telah didapat.
Universitas Howard yang juga menjadi sasaran ancaman bomb memberikan himbauan kepada mahasiswa dan pegawainya juga.
Di sebuah unggahan Twitter, Kepolisian Daytona Beach mengutarakan bahwa mereka telah mengamankan kampus Bethune-Cookman dari ancaman bom, tapi kelas masi ditunda selama sehari dan petugas kepolisian masih ada hingga seharian penuh.
Universitas Negeri Delaware juga tidak luput dari ancaman itu, di mana Carlos Holmes selaku juru bicara perguruan tinggi itu mengatakan kepada kantor berita lokal bahwa ancaman bom terjadi pada Senin pagi. (VoA, Muhammad Nurilham)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi