Sabtu, 18 April 2026, pukul : 13:28 WIB
Surabaya
--°C

Senyum Anies Menghadirkan Rasa Keakraban Sosial Berwarga Negara

Oleh: Isa Ansori

Kolomnis

KEMPALAN: Menyedihkan sekali berita yang kita dengar beberapa hari ini, mulai dari kerusuhan di Sorong yang menyebabkan meninggalnya 19 orang. Kerusuhan dipicu oleh pertikaian antara dua kelompok massa yang berujung pada pembakaran tempat hiburan. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo yang dilansir dari Tribun News. Dia menyampaikan setidaknya ada 19 orang meninggal dunia akibat pertikaian dua kelompok massa yang berujung pembakaran tempat karaoke Double O di Kota Sorong, Papua Barat pada Selasa (25/1).

Dedi menerangkan 18 orang meninggal dunia karena terjebak di dalam tempat hiburan malam yang terbakar. Sementara itu, seorang lainnya meninggal karena bentrokan.

Belum lagi usai kasus itu, kita dikagetkan lagi dengan isu bentrok dua kelompok massa di Haruku, Maluku Tengah. Bentrokan dipicu oleh perselisihan tapal batas desa, yang menyebabkan puluhan rumah dibakar. Hal yang baru lagi adalah pernyataan Eddy Mulyadi yang sejatinya sebagai sebuah satire atas kebijakan Pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan rakyat, menuai kontroversi, padahal pernyataan itu sebagai pernyataan kegeraman yang tidak ada maksud menghina atau merendahkan suku atau budaya lain, namun direspon berlebihan, meski Eddy sudah meminta maaf dan menjelaskan maksud sesungguhnya dari pernyataan dia.

Lebih menyedihkan lagi konflik di Papua yang menyebabkan gugurnya dua orang anggota TNI akibat serangan dari kelompok KKB.

Hilangnya keakraban sosial antar warga negara menjadi penyebab mengapa orang begitu mudah untuk menjatuhkan orang lain dan bahkan merasa puas kalau bisa menyakiti. Hilangnya keakraban sosial antar warga negara tentu saja dipicu oleh kebijakan kebijakan yang dianggap tidak adil dan merugikan salah satu pihak.

Lihat saja bagaimana penanganan kasus Eddy Mulyadi dan Arteria Dahlan, tampak sekali terjadi perbedaan, dan tentu itu menjadi tontonan ketidakadilan yang telanjang dihadapan rakyat. Ketidak adilan distribusi akses ekonomi juga menjadi penyebab terjadinya aksi aksi premanisme di tengah masyarakat kita. Masyarakat kita mudah saling menyakiti, bahkan aktifitas menyakiti dan memecah belah bangsa dijadikan sebagai profesi untuk mendapatkan keuntungan.

Wibawa negara hampir tidak ada sama sekali, bahkan dalam konflik yang menyebabkan gugurnya dua orang prajurit TNI, Teroris KKB melalui kanal yang disebarkan menyatakan bahwa merekalah yang membunuh dan menegaskan mereka tidak akan segan segan lagi membunuh siapapun yang datang ke Papua.

Papua, Maluku,…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.