Sebagai pemimpin, Anies berusaha menempatkan rasa keadilan dan mengayomi warga yang beragam ini dengan sebaik baiknya. Sikap ini ditunjukkan Anies ketika merasakan bahwa ada kebijakan Pemprov DKI yang dianggap merugikan rakyat, Aniespun mencabut aturan yang melarang pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun pengalihan hak atas tanah di Kelurahan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Hal itu tercantum dalam Keputusan Gubernur No. 1596 Tahun 2021 tentang Pencabutan Keputusan Gubernur Nomor 122 Tahun 1997 tentang Penetapan Penguasaan Bidang Tanah Seluas +/- 23 Ha untuk Pembangunan Rumah Susun Murah dan Fasilitasnya di Kelurahan Petamburan Kecamatan Tanah Abang Kotamadya Jakarta Pusat. Hal itu dilakukan oleh Anies sebagai perwujudan rasa keadilan dan untuk memberikan kepastian hukum atas kepemilikan lahan bagi masyarakat. Rasa suka cita masyarakat muncul dan merekapun bisa mengapresiasi dan hormat atas kebijakan yang diberikan Anies sebagai Gubernur DKI.
Jakarta sebagai miniatur Indonesia, oleh Anies didekati dengan pendekatan yang menyentuh rasa kemanusiaan dan keakraban, sehingga kedatangan Anies dipelosok – pelosok Jakarta selalu ditunggu dan dieluh – eluhkan oleh warganya. Sentuhan Anies, pelukan Anies dan jabat tangan Anies kepada warganya memberi energi hidupnya keakraban sosial di Jakarta. Jakarta pun ditangan Anies semakin menampakkan keterbukaan dan saling menerima antar warga satu dengan warga yang lainnya.
Bagi Anies membangun Jakarta bukan hanya membangun fisiknya, tapi Anies juga melakukan bagaimana membangun psikososial warganya. Dalam kesempatan penyerahan IMB Gereja Katolik, Duri Selatan Tambora, Jakarta Barat, Anies mangatakan “Jika Jakarta menjadi rumah bagi siapapun, maka kesetaraan dalam kesempatan menjadi hadir di tingkat operasional. Kita semua berharap agar apa yang kita kerjakan bersama – sama yaitu menghadirkan keadilan membangun persatuan benar – benar bisa tumbuh di Jakarta”
Senyum Anies menjadi bagian penting bagaimana Anies membangun keakraban sosial dan memperlakukan warganya. Tak heran warga diluaran Jakartapun “iri” dengan warga Jakarta. Mereka ingin Anies tak hanya dimiliki oleh Jakarta saja, Anies harus menjadi milik Indonesia. Mereka berharap, ditangan Anieslah, Keakraban sosial antar warga negara bisa terekatkan kembali. Semoga saja Anies segera bisa dibebaskan, sebagaimana permintaan Anies kepada kakanda Nurdin Halid, bahwa dia ingin segera dibebaskan dari Jakarta untuk menuju Indonesia.
Sehat selalu mas Anies, tetaplah tersenyum, karena senyum itulah yang merekatkan hati kita sebagai warga negara. (*)
Editor: Muhammad Tanreha

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi