Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 19:08 WIB
Surabaya
--°C

Rafael Nadal Mengusung “Big Three” Sendiri dalam Australian Open 2022

MELBOURNE-KEMPALAN: Petenis Spanyol peringkat kelima dunia Rafael Nadal memulai perjalanannya dalam ajang Australian Open 2022 dengan kemenangan. Bertanding di Rod Laver Arena, Melbourne, Senin (17/1).

Nadal mengawalinya dengan mengalahkan petenis AS Marcos Giron dengan 6-1, 64, dan 6-2, di babak pertama. Kemenangan tersebut mengantar Nadal berjumpa dengan petenis berkebangsaan Jerman, Yannick Hanfmann, pada babak kedua, Rabu besok (19/1).

Akan tetapi, ketika sudah berhasil mengawali Australian Open ini dengan kemenangan, petenis 35 tahun itu merasa masih ada yang kurang. ’’Akan lebih bagus jika Novak (Djokovic) bertarung di sini (Australian Open),’’ harap Nadal.

Seperti diketahui, Djokovic sudah dideportasi dari Australia pada Minggu malam (16/1) setelah dinyatakan melanggar aturan imigrasi di Negeri Kanguru itu. Dia dituduh berbohong dengan tak mencantumkan ke mana saja dia bepergian beberapa pekan terakhir.

Selain itu, Djokovic yang dikenal sosok antivaksin Covid-19 pun tak mau divaksin. Padahal, di berbagai negara mana pun termasuk Australia itu jadi syarat wajib orang asing yang akan masuk. ’’Situasi ideal dalam dunia olahraga adalah olahragawan terbaik berada di lapangan dan bermain di event yang sangat penting, tak ada keraguan,’’ tutur Nadal.

Bukan hanya Djokovic. Nadal juga kehilangan pesaing lain yang kerap mengganggunya dalam memburu gelar di ajang Australian Open. Yaitu Roger Federer. Bersama Djokovic dan Federer, di dunia tenis ketiganya kerap disebut dengan “Big Three”.

Berbeda dengan Nole (sapaan akrab Djokovic) yang dideportasi dari Australia, Federer kembali absen dari Australian Open setelah mengalami penyembuhan pascacedera lutut. Cedera yang sama ketika dia absen dalam Australian Open 2021.

Alhasil, hanya Nadal-lah bagian dari “Big Three” yang masih bertarung dalam Australian Open. Sepanjang sejarah Grand Slam ketika ketiga pebulutangkis itu mendominasi, baru kali ini Grand Slam hanya diikuti satu dari ketiga pebulutangkis top tersebut.

Kali terakhir, Nadal berjumpa dengan Djokovic dalam Australian Open adalah pada babak final di edisi 2019. Sayangnya dalam partai final menghadapi Djokovic, Nadal menyerah 6-3, 6-2, dan 6-3.

Andaikan Djokovic tidak dideportasi, Nadal pun berkesempatan meladeni petenis berkebangsaan Serbia tersebut dalam babak semifinal jika mengacu pada bagan. ’’Dan aku pikir suasananya bakal berbeda,’’ sebut Nadal. (Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.