SURABAYA-KEMPALAN: Netizen pecinta sepak bola menggeruduk anggota Exco PSSI Haruna Sumitro lantaran mengritik cara melatih timnas oleh Shin Tae Yong (STY) yang disebut tidak membawa kemajuan. Haruna juga mengritik program naturalisasi pemain asing oleh PSSI.
Dalam wawancara siniar (podcast) dengan kanal JPNN.Com (17/1) Haruna mengatakan bahwa STY tidak membawa kemajuan dalam sepak bola Indonesia karena tidak berhasil mempersembahkan gelar juara pada gelaran Piala AFF yang lalu.
Haruna mengatakan bahwa dalam sepak bola yang paling penting adalah menjadi juara, bukan proses. Proses sebagus apa pun kalau tidak juara tidak ada gunanya. Haruna yang juga direktur klub Liga 1 Madura United memperbandingkan STY dengan Luis Milla, pelatih Spanyol yang pernah melatih timnas Indonesia sebelum STY.
Menurut Haruna, Luis Milla pelatih yang bagus, tapi dia tidak berhasil membawa Indonesia juara di ajang regional maupun internasional. Karena itu akhirnya Luis Milla out. Hal yang sama diharapkan dari STY untuk memberikan hasil, bukan proses.
Haruna juga mengritik keras program naturalisasi yang dilakukan oleh PSSI. Menurtunya, naturalisasi tidak banyak membawa manfaat kalau kualitas pemain tidak benar-benar istimewa. ‘’Coba dibandingkan, apakah pemain yang akan dinaturalisasi itu lebih baik dari pemain lokal, misalnya dibandingkan dengan Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, atau Dewangga,’’ kata Haruna.
Pemain-pemain naturalisasi, kata Haruna, ternyata kelasnya begitu-begitu saja. Haruna memberi contoh Sandy Walsh. Pemain yang main di liga ‘’antah berantah’’ pun kalau mendapat label pemain timnas pasti harga pasarnya akan naik. Karena itu, kata Haruna, pantas saja ada kecurigaan di balik proyek ini.
Akibat pernyataan ini netizen beramai-raman menggeruduk Haruna dengan memunculkan tagar ‘’Haruna Out’’. Haruna didesak mundur dari posisinya sebagai anggota Exco PSSI. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga didesak untuk memecat Haruna dari Exco.
Sejauh ini sudah 26 ribu lebih netizen yang mendukung tagar Haruna Out. Banyak netizen yang mengatakan pernyataan Haruna memalukan, dan tidak pantas diucapkan oleh seorang anggota Exco.
Haruna mengritik cara bermain timnas di bawah STY yang banyak memakai direct ball langsung dengan umpan-umpan panjang kedepan. Padahal, kata Haruna, di level klub Liga 1 permainan memakai gaya tiki-taka dengan umpan dari kaki ke kaki.
Netizen menyerang balik dengan mengunggah beberapa footage video yang memperlihatkan permainan tim-tim Liga 1 yang justru banyak memakai direct ball dari belakang ke depan. Netizen juga menampilkan footage dua gol timnas Indonesia di bawah STY yang dihasilkan dari umpan-umpan pendek one-two ala tiki-taka yang menghasilkan gol-gol indah.
Haruna mengritik cara latihan fisik STY yang banyak memakai metode off the ball, yaitu latihan fisik tersendiri tanpa memakai bola. Kata Haruna, pelatih-pelatih Indonesia sudah tidak memakai cara itu dan sudah memakai metode holistik dengan menggabungkan latihan fisik dengan game.
Netizen berkomentar bahwa pemain Indonesia malas berlatih fisik, karena itu mereka sering menolak latihan fisik terpisah. Pemain-pemain Indonesia lebih senang langsung bermain game dalam latihan.
Netizen marah oleh komentar Haruna, dan STY dikabarkan tersinggung oleh kritik Haruna. PSSI merespons dengan mengatakan bahwa pernyataan Haruna itu tidak mewakili pernyataan Exco dan bersifat sebagai pernyataan pribadi.
Melalui Sekjen Yunus Nusi, PSSI menegaskan masa depan STY aman.
Ketua umum PSSI memahami dan memaklumi pendapat dalam sebuah diskusi di internal PSSI tentang timnas Indonesia, baik itu diskusi menyangkut hasil Piala AFF 2020, naturalisasi, jadwal timnas. ‘’Bahkan apakah penting PSSI akan mengambil posisi sebagai tuan rumah dalam event 2022, baik itu Piala AFF maupun kualifikasi Piala Asia Juni 2022,” kata Yunus dalam siaran pers.
Namun demikian, dalam diskusi dan rapat di internal PSSI, semua tetap menghargai sebuah keputusan yang bersifat kolektif kolegial. Keputusan kolektif kolegial PSSI itu antara lain tetap memberikan kepercayaan kepada STY hingga 2023 sesuai kontrak. ‘’Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang kontrak jika performa timnas terus meningkat,” kata Nusi.
Yunus Nusi juga menyinggung mengenai rencana naturalisasi. PSSI saat ini menugaskan Exco Hasani Abdulgani untuk menindaklanjuti rencana ini. “Program naturalisasi ini berbeda dengan di zaman Christian Gonzales, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Beto Gonzalves dan lain-lain. Sekarang murni yang memiliki darah Indonesia. Program naturalisasi juga keinginan dari STY,” kata dia lagi.
Menghadapi heboh ini Haruna santai saja. Kalau diminta mundur Alhamdulillah, katanya. Jabatan di PSSI adalah pengabdian bukan cari uang. Ketika dihubungi wartawan Siwo PWI Jatim, Haruna mengatakan, ‘’Ya biarin saja’’.
Haruna menambahkan, dia bersyukur digeruduk netizen. ‘’Alhamdulillah, sudah di-ghibah. Kata ustadz semakin banyak dighibah semakin dikurangi dosa-dosanya, amin’’.
Haruna menambahkan, proses diskursus harus tetap dilakukan. ‘’Pikiran harus dijawab dengan pikiran, jangan menyerang pribadi, nanti jatuhnya ghibah, malah saya untung, dosa-dosa saya dikurangi,’’ tulis Haruna sambil memasang tiga emoji tertawa. (*)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi