Menu

Mode Gelap

Kempalpagi · 13 Jan 2022 09:29 WIB ·

Jantung Babi


					Transplantasi jantung David Bennett. (Twitter @UMmedschool) Perbesar

Transplantasi jantung David Bennett. (Twitter @UMmedschool)

KEMPALAN: Operasi cangkok jantung manusia dengan jantung babi sukses di Amerika Serikat, Jumat (7/1). David Bennett, seorang laki-laki berusia 57 tahun penderita penyakit jantung akut, setuju mengganti jantungnya yang sudah soak dengan jantung babi. Operasi berlangsung lancar, dan Bennett selamat.

Para dokter mengatakan kini kondisi Bennett stabil dan sedang dalam masa pemulihan, meski pun masih terus diawasi secara ketat. Para dokter juga mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk mengklaim bahwa prosedur itu berhasil.

Ini merupakan transplantasi pertama di dunia yang mencangkokkan jantung babi kepada manusia. David Bennett, sang pasien, sudah berputus asa dan tidak punya pilihan kecuali mati. Ia kemudian mendapat tawaran untuk mengganti jantungnya dengan jantung babi. Bennett setuju. Operasi dilakukan dan beberapa hari kemudian Bennett selamat dan dikabarkan dalam kondisi sehat.

Operasi yang dilakukan oleh tim di University of Maryland ini  adalah pertama kalinya di dunia. Jika terbukti berhasil, para ilmuwan berharap organ babi bisa membantu meringankan kekurangan organ donor yang selama ini menjadi persoalan pelik.

Tokoh penting di balik operasi ini adalah Dr. Muhammad Mohiuddin. Dia adalah pakar xenotransplantasi atau transplantasi organ binatang ke manusia, paling terkemuka di Amerika Serikat. Ia mengatakan, jika eksperimen ini berhasil, maka dunia akan memiliki pasokan organ tidak terbatas untuk pasien-pasien yang menderita sakit akut dan membutuhkan donor organ.

Dokter Mohiudin adalah seorang muslim. Dia lahir di Karachi, Pakistan. Setelah menyelesaikan kuliah kedokteran di Dow Medical College ia hijrah ke Amerika Serikat di awal 1990. Ia menyelesaikan fellowship pertamanya dalam Biologi Transplantasi di University of Pennsylvania dan mulai menggeluti xenotransplantasi pada 1992.

Mohiuddin adalah anggota dewan terpilih dari Asosiasi Transplantasi Xeno Internasional. Dia adalah anggota masyarakat bergengsi Transplantation Society dan American Society of Transplant Physicians. Publikasi ilmiah terbarunya di bidang xenotransplantasi  jantung mendapat perhatian luas di media massa di seluruh dunia.

Fakta bahwa Mohiudin adalah seorang muslim membuat terobosannya ini menjadi lebih kontroversial. Babi adalah binatang yang haram untuk dikonsumsi menurut agama Islam dan Yahudi. Karena itu, transplantasi dengan memakai organ binatang haram menjadi kontroversi yang luas di kalangan penganut agama samawi, terutama Islam.

Perdebatan antara ilmu pengetahuan dan iman kembali mengemuka. Apakah ilmu pengetahuan yang menghasilkan terobosan seperti yang dilakukan oleh Dokter Mohiudin bisa diterima dalam ajaran agama.

Mohiudin mengakui dilema ini. Dalam sebuah wawancara dengan televisi Turki, November 2021, Mohiudin mengaku bahwa mencangkok organ babi pada manusia memang memantik perdebatan dalam Islam. Bagi muslim babi haram, tetapi bagi umat lain babi adalah makanan.

Ketika ditanya mengapa bukan organ dari domba atau sapi yang digunakan dalam cangkok organ ke manusia, Mohiudin memberikan alasan ilmiah. Timnya sudah memetakan genom babi secara lengkap dan berhasil mengungkap perbedaan babi dari manusia, serta perubahan apa yang diperlukan agar organ-organnya bisa diterima oleh tubuh manusia. Sebaliknya, Mohiudin mengakui bahwa sampai sekarang belum banyak diketahui tentang kesamaan organ manusia dengan kambing atau sapi.

Teori evolusi Darwin memercayai manusia punya kesamaan genetika hampir seratus persen dengan simpanse. Dengan demikian bisa diasumsikan bahwa organ kedua spesies itu punya banyak kesamaan. Tetapi, kenyataannya para peneliti lebih fokus meneliti kesamaan organ manusia dengan babi daripada dengan simpanse.

Babi menjadi salah satu binatang yang memiliki potensi besar mengatasi masalah krisis organ pada manusia. Alasannya, karena organ-organ tubuh babi sangat mirip dengan organ manusia. Jantung babi dewasa memiliki ukuran yang hampir sama dengan jantung orang dewasa.

Organ tubuh babi yang memiliki potensi untuk dicangkok ke manusia adalah ginjal, hati dan paru-paru. Babi menjadi pilihan para ilmuwan karena binatang ini mudah diternakkan dan gampang berkembang biak.

Sebelumnya, beberapa upaya untuk mencangkok organ babi ke manusia gagal karena adanya perbedaan genetika. Tetapi kini, dengan perkembangan teknologi rekayasa genetika, para ilmuwan mengklaim bisa membuat tubuh manusia menerima organ tubuh babi.

Mohiudin mengatakan operasi ini adalah puncak dari riset selama bertahun-tahun. Ia sudah mendedikasikan hidupnya selama 30 tahun untuk melakukan penelitian ini. Selama ini, krisis donor organ menjadi masalah yang sulit dipecahkan di Amerika dan di seluruh dunia.

Di Amerika ada sekitar 110.000 orang yang sedang menunggu donasi organ dan lebih dari 6.000 pasien meninggal dunia setiap tahun karena tidak mendapatkan organ tubuh yang diperlukan. Problem yang sama terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Beberapa negara yang lebih pragmatis seperti China memanfaatkan organ jantung para narapidana hukuman mati untuk didonasikan kepada yang membutuhkan. Para penjahat yang dihukum mati itu organnya akan diambil menjadi milik negara.

Di negara komunis seperti…

Artikel ini telah dibaca 416 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Singapura

28 Januari 2022 - 11:09 WIB

Ekstradisi Para Bedebah

27 Januari 2022 - 11:15 WIB

Singapura-DW

Kebat Kliwat

26 Januari 2022 - 11:56 WIB

Jin Buang Anak

25 Januari 2022 - 11:14 WIB

Balapan

24 Januari 2022 - 10:46 WIB

Koruptor Milenial

23 Januari 2022 - 10:47 WIB

Trending di Kempalpagi