Menu

Mode Gelap

kempalanews · 10 Jan 2022 15:34 WIB ·

Khofifah Minta Seluruh Pimpinan OPD Segerakan Program dan Proyek APBD 2022


					Gubernur Khofifah Indar Parawansa memberi ucapan selamat kepada para ASN usai memimpin Apel Pagi, Senin (10/1). Perbesar

Gubernur Khofifah Indar Parawansa memberi ucapan selamat kepada para ASN usai memimpin Apel Pagi, Senin (10/1).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim untuk menyegerakan program dan proyek APBD 2022. Hal ini disampaikan Khofifah saat memimpin Apel Pagi di halaman Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jatim, Senin (10/1).

“Jadi kalau ada kaitannya, misalnya harus ada bidding, segera lakukan. Hal-hal terkait dengan pembangunan infrastruktur ini kan membutuhkan proses persiapan. Kalau sekali bidding kemudian final, ya bagus. Tapi kan ada yang lelangnya harus diulang dan seterusnya. Sehingga seluruh rencana untuk pelaksanaan di berbagai sektor infrastruktur relatif kita berharap bisa dilakukan proses percepatan,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, Apel Pagi pada hari ini merupakan awal setelah R-APBD 2022 disepakati pimpinan DPRD Jatim pada tanggal 7 Januari 2022 lalu. “Karena 7 Januari hari Jumat, maka 8 Januari baru dikeluarkan SK-nya.
Dan pada hari ini, Senin (10/1), merupakan hari pertama kita melaksanakan seluruh program dan proyek yang ada di APBD 2022,” terang gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Seperti beberapa kali disampaikan, Khofifah mengatakan bahwa Apel Pagi ini sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Kemenpan. Di mana, tiap Senin pagi seluruh OPD diminta melakukan Apel Pagi untuk membangun soliditas, solidaritas, dan bangunan nuansa kebangsaan.

Selain di halaman Kantor Bapenda, Apel Pagi juga dilakikan di masing-masing perkantoran. Hanya saja, di Bapenda lebih lengkap, karena duhadiri Wagub Emil Elestianto Dardak, Plh Sekdaprov Heru Tjahjono, dan kepala-kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim.

Kenapa tuan rumahnya Bapenda? Menurut Khofifah, karena ia ingin menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan capaian dari pendapatan daerah Pemprov Jatim yang mencapai Rp 103,97 persen, sehingga kalau bulatkan berarti 104 persen.

Secara prosentatif, kata Khofifah, angka ini tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia. “Sebagian besar adalah berkat support dari Bapenda, sehingga Apel Pagi hari ini dilakukan di Bapenda Provinsi Jatim,” ungkap mantan Menteri Sosial RI jebolan FISIP Unair ini.

Yang ketiga, Khofifah menegaskan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, apa yang terjadi pada Juni tahun lalu saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 secara eksponensial di DKI Jakarta, satu bulan berikutnya terjadi di Jawa Timur. “Dan sekarang ini, tiga hari terakhir terjadi lagi lonjakan yang cukup signifikan di DKI Jakarta, sehingga kita harus meningkatkan kewaspadaan,” pinta Khofifah, mengingatkan.

Khofifah menyoroti mobilitas masyarakat yang dinilai luar biasa. Baik lewat darat, mobil maupun kereta. Juga lewat kapal maupun pesawat udara. Sehingga, ia meminta agar masyarakat tetap membangun kewaspadaan, namun tanpa harus panik.

“Karena program-program kita harus segera lari. Tetapi kita tetap harus membangun kewaspadaan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya.

Khofifah mengungkapkan bahwa seluruh institusi layanan kesehatan sudah siaga sejak bulan November 2021 lalu. Artinya tidak ada pengendoran layanan.
Rumah sakit-rumah sakit yang ada tetap dalam koordinasi kesiapsiagaan. Tapi, ia tetap menegaskan agar masyarakat waspada dan jangan melonggarkan protokol kesehatan (prokes).

Ketika ditanya terkait vaksin booster (vaksinasi dosis ketiga), Gubernur Khofifah menyebut bahwa kick-off akan dilakukan 12 Januari 2022, tapi sampai saat ini pemprov belum menerima Standard Operating Procedure (SOP)-nya. “Kita tunggu saja, siapa tahu nanti siang atau nanti sore. Kalau ada SOP, dengan stock vaksin yang ada, kemudian layanan ini prioritas kepada siapa. Kalau nakes kan rata-rata sudah. Setelah nakes, mana yang berada di pelayanan-pelayanan publik. Tetapi kita tetap menunggu SOP dari Kemenkes, meskipun ini sudah tanggal 10 Januari,” bebernya.

Informasi awal, kick-off untuk booster akan dilakukan tanggal 12 Januari. Namun ia belum tahu, apakah kick-off itu hanya berlaku di Jakarta atau serentak, sehingga masih akan dikoordinasikan dengan Kemenkes.

“Saya tetap mengkoordinasikan apakah tanggal 12 itu kick-off di Jakarta atau serentak. Jadi teman-teman sabar sampai SOP-nya keluar,” pungkas Khofifah. (Dwi Arifin)

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Reaksi Kapolda Jabar ke GMBI, Begini Respon Sahabat Polisi Indonesia

28 Januari 2022 - 22:33 WIB

Ketum Sahabat Polisi Indonesia, Fonda Tangguh

UMSIDA Siapkan 1392 Mahasiswa Sukseskan Konsep Desa Wisata Melalui KKN Pencerahan 2022

28 Januari 2022 - 22:14 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Kerja Bakti Massal, Kerahkan 34 Unit Dump Truk dan 2000 Karung

28 Januari 2022 - 20:19 WIB

Ketua DPC PKB Sidoarjo H Subandi Beri Pesan Khusus di Agenda Musancab

28 Januari 2022 - 20:04 WIB

Waspada Covid-19 Varian Omicron, Pemkot Surabaya Terbitkan SE Wali Kota

28 Januari 2022 - 19:48 WIB

RSUD Sidoarjo Tambah Layanan Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu

28 Januari 2022 - 19:43 WIB

Trending di kempalanews