Menu

Mode Gelap

kempalanmanca · 8 Jan 2022 14:53 WIB ·

PM Kamboja Dukung Gencatan Senjata di Myanmar, LSM Mengamuk


					Perdana Menteri Kamboja Hun Sen (kanan) disambut oleh Jenderal Min Aung Hlaing (kiri). (PPP) Perbesar

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen (kanan) disambut oleh Jenderal Min Aung Hlaing (kiri). (PPP)

PHNOM PENH-KEMPALAN: Kamboja adalah salah satu negara tetangga dari Myanmar yang memiliki hubungan dengan negara yang sedang dilanda konflik internal itu. Sampai sekarang permasalahan di negara yang juga disebut Burma itu belum selesai.

Karena posisi negara yang dekat, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, melansir dari Phnom Penh Post, mendukung gencatan senjata yang diperpanjang di Myanmar seraya mengatakan perdamaian dan rekonsiliasi nasional tidak bisa dicapai tanpa keterlibatan dan kesepakatan semua pemangku kepentingan.

Hal ini disampaikan Hun Sen ketika mengunjungi Myanmar selama dua hari guna berbicara dengan Jenderal Min Aung Hlaing yang sekarang menjadi pimpinan tertinggi negara itu. Kunjungan ini bertujuan untuk berusaha menyelesaikan krisis dan membawanya kembali ke KTT ASEAN, apalagi Kamboja menjadi tuan rumah pada tahun ini.

Pemberitaan ini awalnya bersumber dari pernyataan bersama dari Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional pada Jumat (7/1) malam, di mana sang jenderal telah mengabarkan kepada PM Kamboja bahwa pemerintahnya mengadakan gencatan senjata selama lima bulan dengan Organisasi Etnis Bersenjata (EOB) hingga akhir Februari 2022 dan sekarang diperpanjang hingga akhir 2022.

“[Itu] adalah tindakan yang sangat didukung Perdana Menteri [Hun Sen] dengan pandangan untuk mengurangi ketegangan dan mengizinkan dialog antar pemangku kepentingan yang relevan guna mencapai perdamaian abadi dan perkembangan nasional,” tutur pernyataan tersebut.

Min Aung Hlaing, di sisi lain, menyerukan kepada semua pihak untuk menerima gencatan senjata untuk kepentingan negara dan masyarakat, mengakhiri semua tindak kekerasan, dan sepenuhnya menahan diri.

Adapun sang jenderal senior telah menjamin akan memfasilitasi kunjungan dari utusan khusus ke Myanmar dan untuk bertemu dengan seluruh pihak yang khawatir, termasuk OEB usai mempertimbangkan situasi terkini di negaranya. Selain itu, kedua pimpinan itu turut membicarakan sejumlah kerjasama bilateral dan permasalahan kawasan yang mana keduanya berkepentingan.

Dalam kunjungan ini…

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kamala Harris Hadiri Pelantikan Presiden Honduras

28 Januari 2022 - 09:50 WIB

Thailand Tak Akan Paksa Pengungsi Myanmar Kembali

17 Januari 2022 - 20:50 WIB

Pemerintah Thailand Akan Keluarkan UU LSM, Berikut Pandangan Masyarakat

16 Januari 2022 - 16:00 WIB

Pesan Xi untuk Tiongkok: Jaga Keamanan Nasional, Kestabilan Sosial, dan Kehidupan Damai

16 Januari 2022 - 11:13 WIB

Singapura Justru Dukung Langkah Kamboja dalam Permasalahan Myanmar

14 Januari 2022 - 17:50 WIB

Waspada! Infeksi Virus Corona Meningkat di Perkotaan Thailand

14 Januari 2022 - 17:23 WIB

Trending di kempalanmanca