Duterte Perintahkan Warga yang tidak Mau divaksin untuk Diam di Rumah

waktu baca 2 menit
Duterte-DW

MANILA-KEMPALAN: Filipina melaporkan bahwa terdapat kenaikan kasus COVID-19 yang sangat tinggi pada akhir-akhir ini. Pada hari Sabtu (8/1), terdapat kasus baru yaitu 21,819 kasus yang kemudian menjadi salah satu penambahan tertinggi sejauh ini. Oleh karena itu, dengan adanya urgensi tersebut, Presiden Filipina yaitu Duterte memerintahkan bahwa warga yang tidak mau untuk mendapatkan vaksinasi untuk diam di rumah saja, dan jika melanggar maka akan dipenjara.

Pada saat ini, terdapat 77,369 kasus aktif yang ada di Filipina; sekaligus yang tertinggi sejak 17 Oktober 2021 silam.

Kemudian jumlah kematian yang ada di Filipina karena COVID-19 telah menembus 51,871 kematian.

Mayoritas penambahan kasus dan kematian oleh COVID-19 berada di ibukota Filipina yaitu Manila dan di sekitarnya.

Pihak Kementerian Kesehatan Filipina telah memperingatkan bahwa pada awal tahun hingga akhir bulan Januari, akan ada lonjakan kasus yang sangat masif.

Presiden Duterte juga kemudian memberikan sebuah perintah untuk segera menyuruh warga yang tidak mau mendapatkan vaksin untuk diam di rumah, dan jika melanggar, maka akan dipenjara.

“Keadaan pada saat ini telah menjadi darurat nasional. Saya memerintahkan kepada semua Kepala Desa yang ada untuk memantau warganya yang tidak divaksin untuk diam di rumah, dan jika melanggar, penjarakan” ucap Duterte dalam rekamanan suara.

Tingkat vaksinasi yang ada di Filipina masih sangat rendah karena kurang dari 50% warganya yang sudah melakukan vaksinasi.

Sebelumnya, Duterte juga memberikan kebijakan yang hampir sama yaitu memerintahkan untuk memenjarakan orang yang melanggar lockdown pada tahun 2021 silam.

(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *