IFJ-KEMPALAN: Secara total, 45 Jurnalis terbunuh di seluruh dunia pada tahun 2021 berdasarkan data yang dirilis oleh International Federation of Journalism. Angka tersebut merupakan salah satu rekor terendah dari beberapa tahun sebelumnya.
Total pembunuhan tersebut termasuk 9 yang terbunuh di Afghanistan, 8 yang terbunuh di Meksiko, 4 di India dan 3 di Pakistan dan di negara lainnya yang tidak terlalu signifikan.
“Berita berkurangnya jurnalis yang terbunuh merupakan berita yang baik, namun tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada kekerasan yang terus berlanjut kepada jurnalis” ucap perwakilan IFJ, dalam pernyataannya, melansir dari Aljazeera.
Sebelumnya, Reporters without Borders (RSF) yang merupakan organisasi lintas negara di bidang jurnalisme merilis catatan bahwa pada tahun 2021, terdapat 46 total yang terbunuh dan juga menyebut bahwa data tersebut merupakan data yang terendah sejak tahun 1992.
IFJ mengatakan bahwa pekerja media biasanya terbunuh ketika sedang meliput dan mencoba membahas mengenai korupsi, kriminal, dan penyelewengan kekuasaan yang ada di negara dan daerahnya.
Melihat dari adanya data tersebut, Asia Pasifik menjadi tempat yang paling tidak aman karena terdapat 20 total jurnalis yang terbunuh.
Selain itu, kawasan Amerika menyusul dengan adanya 10 kasus.
Kemudian kawasan Eropa terdapat 6 kasus.
Dalam penutup laporannya, IFJ menuliskan bahwa risiko yang dikaitkan dengan adanya konflik bersenjata telah berkurang secara drastis pada tahun-tahun terakhir dikarenakan kurangnya jurnalis yang bisa melaporkan dari tempat langsung.
Namun, kekerasan dan ancaman dari geng kriminal dan kartel narkoba yang ada di kawasan Amerika dan kawasan Eropa terus meningkat.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi