KYIV-KEMPALAN: Seorang jurnalis Prancis bernama Frederic Leclerc-Imhoff telah terbunuh oleh bombardir Rusia di Ukraina.
Ia sedang berada dalam sebuah truk evakuasi yang berisikan warga sipil lainnya—namun tidak dapat disangka bahwa truk tersebut terkena serpihan misil Rusia.
“Frederic Leclerf-Imhoff berada di Ukraina untuk menunjukkan realita peperangan” ucap Presiden Prancis yaitu Macron.
“Ia sedang berada di truk yang berisikan warga sipil dan ingin melakukan evakuasi—ia terluka sangat parah” ucap tambahnya.
Frederic bekerja di sebuah media TV bernama BFM.
Pria berumur 32 tahun tersebut sudah kedua kalinya meliput secara langsung di Ukraina sejak mulainya Operasi Militer Rusia diUkraina.
Pada saat itu, ia sedang berada di Severodonetsk—sebuah kota di Timur Ukraina yang menjadi daerah pertempuran Rusia-Ukraina selama beberapa minggu terakhir.
French journalist Frederic Leclerc-Imhoff was killed on the road Lyssychansk – Bakhmut in a humanitarian convoy. I met him in Bashtanka along with the press officer of the 63rd brigade a few days ago. He did everything to show the truth to the world. This is a double crime. pic.twitter.com/uM1qlmMux5
— Maria Avdeeva (@maria_avdv) May 31, 2022
Media BFM mengatakan bahwa ia terkena serpihan bom dan terluka parah—sedangkan koleganya hanya terluka ringan.
“Kejadian mengenaskan ini meningkatkan kami mengenai bahayanya pekerjaan yang dihadapi oleh seluruh jurnalis—yang mengorbankan dirinya untuk meliput konflik ini” isi pernyataan BFM.
Kelompok jurnalis internasional yaitu Reporters Withour Borders mengatakan bahwa sejauh ini—sudah ada 8 jurnalis yang terbunuh ketika meliput di Ukraina.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi