Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 11:18 WIB
Surabaya
--°C

Pendekar

Bibit-bibit kependekaran Nusron sudah terlihat ketika itu. Hubungan dengan Gus Ipul sebagai senior juga terus digalang. Jaringan Ansor di seluruh Indonesia inilah yang menjadi kekuatan utama dan sumber suara dukungan terhadap Gus Yahya Staquf.

Para mantan ketua Ansor di seluruh Indonesia itu sekarang banyak yang menjadi ketua NU di level kabupaten dan kota. Jaringan inilah yang dimanfaatkan Gus Ipul dan Nusron untuk menggalang dukungan kepada Gus Yahya.

Kependekaran Gus Ipul sudah terpupuk lama sejak ia menjadi khadim Gus Dur, dan mencecap langsung ilmu dari pamannya itu. Gus Ipul jago lobi dan pintar membangun jaringan. Ia juga piawai menyusup ke sarang lawan.

Ia menjadi ‘’wakil Gus Dur’’ di PDIP dan menjadi anggota DPR RI sekaligus menjadi liaison officer yang menghubungkan Gus Dur dengan almarhum Taufiq Kiemas dan Megawati Soekarnoputri. Karena kemampuannya ini, Gus Ipul diperbandingkan dengan sahabat Abu Dzar Al-Ghifari, yang bisa menyusup ke sarang lawan di Makkah untuk menjumpai Nabi Muhammad saw.

Pada muktamar NU di Makassar Gus Ipul mengusung Kiai Said menghadapi petahana K.H Hasyim Muzadi. Hubungan Gus Ipul dengan Kiai Hasyim penuh dinamika dan saling kritik. Puncaknya terjadi ketika Hasyim Muzadi mencalonkan diri sebagai wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri yang diusung PDIP pada pilpres 2004.

Meskipun Gus Ipul punya hubungan historis yang kuat dengan Megawati dan PDIP, tapi Gus Ipul tidak mendukung Mega-Hasyim. Gus Ipul, yang ketika itu menjabat sebagai wakil gubernur Jawa Timur, mendesak Hasyim Muzadi mundur dari PBNU, karena Hasyim dianggap telah membawa NU ke ranah politik praktis.

Puncaknya terjadi pada muktamar NU di Medan 2010. Muktamar berlangsung panas dan sempat beberapa kali ricuh. Kubu Gus Ipul yang mengusung Said Aqil Siradj akhirnya muncul sebagai pemenang mengalahkan kubu Hasyim Muzadi.

Hal yang sama terjadi lagi pada muktamar NU di Jombang 2015. Gus Ipul kembali mengusung Said Aqil Siradj sebagai petahana. Kali ini Gus Ipul harus berhadapan dengan K.H Sholahuddin Wahid alias Gus Sholah, yang tidak lain adalah paman Gus Ipul sendiri.

Gus Sholah adalah adik kandung Gus Dur. Tetapi, hubungan Gus Ipul dengan Gus Sholah sangat berbeda dengan hubungannya ke Gus Dur. Dengan Gus Sholah hubungan Gus Ipul lebih dingin, dan kemudian berubah menjadi panas pada muktamar di Jombang.

Muktamar pun berlangsung gaduh. Sebuah headline surat kabar nasional menyebut ‘’NU Gaduh, Muhammadiyah Teduh’’. Kebetulan ketika itu Muhammadiyah juga tengah bermuktamar di Makassar dengan suasana yang teduh, sementara NU bermuktamar di Jombang dengan gaduh.

Muktamar Jombang disebut-sebut sebagai muktamar terpanas dalam sejarah NU. Ada isu manipulasi data peserta, bahkan muncul isu penculikan peserta muktamar oleh kubu tertentu. Selain itu ada juga isu mengenai intervensi parpol terhadap muktamar.

K.H Mustofa Bisri atau Gus Mus, ketika itu sampai menangis ketika memimpin sidang di depan ribuan muktamirin di alun-alun Jombang. Gus Mus mengatakan akan mencium kaki para muktamirin asalkan bersedia mengakhiri kegaduhan.

Akhirnya kubu Said Aqil Siradj yang menang. Kubu Gus Sholah kecewa oleh mekanisme pemilihan yang dianggap banyak kecurangan. Seusai muktamar kubu Gus Sholah menggugat ke pengadilan.

Dua kali muktamar itu makin meneguhkan kependekaran Gus Ipul. Muktamr di Lampung pun menjadi konfirmasi kependekaran Gus Ipul. Ia menang hattrick tiga kali berturut-turut, dan Gus Yahya tanpa ragu menasbihkan Gus Ipul sebagai ‘’Pendekar Muktamar’’.

Sebagaimana dalam dua muktamar sebelumnya, ada muktamirin yang kecewa. Kali ini pun ada yang kecewa. Salah satunya adalah K.H Azaim Ibrahimy, pengasuh pesantren Salafiyah Asembagus, Situbondo. Kiai Azaim yang merupakan cucu K.H As’ad Syamsul Arifin, mengikuti jejak kakeknya menyatakan mufaroqoh, melepas diri, dari kepemimpinan PBNU.

Kiai Azaim yang kecewa oleh dinamika muktamar terutama beredarnya isu ‘risywah’ alias money politics. Kiai Azaim menegaskan mufaroqoh dan akan ber-NU tanpa PBNU. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.