Menurutnya, Bandara Internasional Juanda dipilih karena 30 % PMI berasal dari Jatim, Jateng, dan NTB. “Diperkirakan ada 300 PMI yang akan datang per harinya,” ujarnya.
Agar penanganan kedatangan PMI berjalan lancar dan aman, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto meminta seluruh pihak bekerja semaksimal mungkin. Sekaligus disampaikan terkait hal-hal yang dibutuhkan dalam menangani kedatangan para PMI.
“Saya harap seluruh pihak bekerja dengan baik untuk mencegah virus varian baru masuk ke Indonesia khususnya Jatim,” tuturnya.
Nurchahyanto menambahkan, pemerintah, TNI dan Polri juga membutuhkan peran serta tenaga kesehatan dalam melayani PMI secara baik dan maksimal. “Dengan demikian, PMI merasa aman dan nyaman ketika melalui beberapa tahapan pemeriksaan hingga masa karantina di Jawa Timur,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menegaskan, pihaknya telah menyiapkan segala macam kebutuhan menjelang kedatangan para PMI. “Kami sudah susun alur kedatangan PMI mulai pemeriksaan di bandara hingga proses menuju lokasi karantina,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Nico, Polda Jatim juga menyiapkan pengawalan secara melekat. “Tujuannya mengantisipasi adanya gangguan Kamtibmas saat pelaksanaan pengawalan,” tegasnya. (Dwi Arifin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi