Dengan data historis tersebut Piketty memetakan hubungan antara kesenjangan dan distribusi pendaatan dan distribusi kesejahteraan, serta hubungan antara kesejahteraan dan pendapatan. Dengan ketersediaan data historis dan rumusan tersebut, Piketty menyimpulkan bahwa dengan kesenjangan yang terjadi pada abad ke-19 akan terjadi kembali lagi pada abad ke-21 dan akan menjadi lebih buruk pada masa mendatang.
Terlebih, di masa kini, modal semakin terakumulasi pada segelintir orang. Hal ini ditunjukkan Piketty dengan menggambarkan bahwa 10% orang terkaya di Amerika Serikat bukan hanya memiliki 75 persen kekayaan nasional, tetapi bahkan antara 2010 hingga 2012, 1 persen orang terkaya di Amerika Serikat menikmati hampir 95 persen pertumbuhan pendapatan nasional.
Indikator yang kurang lebih sama terjadi di Indonesia. Apa yang dikemukakan Anwar Abbas adalah data lama yang menunjukkan ketimpangan yang menganga. Penyelesaian masalah ini tidak bisa dilakukan hanya dengan distribusi kepemilikan tanah tanpa menyelesaikan persoalan structural yang berhubungan dengan akumulasi modal yang dilakukan oleh 1 persen orang-orang crazy super rich Indonesia dan para oligark ekonomi dan politik.
Kesenjangan ini bukan hanya menjadi persoalan ekonomi, tapi menjadi persoalan sosial politik yang bisa membawa akibat dahsyat. Sebagai orang Prancis Piketty mengingatkan bahwa kesenjangan ekonomi bisa mengakibatkan revolusi besar seperti yang terjadi pada revolusi Prancis 1776. Jika kesenjangan sosial tidak diatasi secara struktural dan mendasar maka ancaman kerusuhan besar dalam bentuk revolusi akan tetap muncul.
Salah satu sumber persoalan sosial serius yang disorot Piketty adalah apa yang disebutnya sebagai ‘’kapitalisme patrimonial’’ (patrimonial capitalism) yang menjadi gejala abad ini dan terus terjadi sampai sekarang. Salah satu indikator berkembangnya kapitalisme patrimonial adalah munculnya orang-orang kaya baru, bukan karena kepintaran bisnis atau karena punya bakat bisnis tapi karena mendapatkan warisan.
Orang-orang kaya baru ini mendapatkan warisan dari keluarganya yang bisa dinikmati turun-temurun tanpa harus bekerja sedetikpun. Piketty memberi contoh sosok Francoise Bettencourt Meyers asal Prancis pewaris perusahaan kosmetik raksasa L’Oreal, dengan kekayaan Rp 1.250 triliun wanita ini tercatat sebagai manusia terkaya ke-12 di seluruh dunia.
Ia mewarisi kekayaannya dari ayah dan kakeknya yang merupakan pendidi L’Oreal. Menurut Piketty, Bettencourt-Meyers menjadi kaya raya tanpa pernah bekerja satu menit pun di seumur hidupnya. Dengan menggunakan data orang terkaya versi majalah Forbes, Piketty menyimpulkan bahwa Bettencourt memiliki kekayaan yang tumbuh lebih cepat dibandingkan seorang Bill Gates yang menemukan Microsoft. Inilah fenomena kapitalisme warisan yang sekarang menjadi fenomena di dunia dan banyak terjadi di Indonesia juga.
Studi Piketty ini menjadi alarm yang harus menyadarkan semua orang bahwa pemberantasan kemiskinan tidak bisa terjadi secara otomatis seiring dengan pertumbuhan ekonomi.
Mazhab-mazhab mainstream itu terbantahkan semuanya oleh temuan Piketty. Dengan studi sejarah yang panjang dan mendalam Piketty menyimpulkan bahwa penanganan masalah kesenjangan ekonomi tidak bisa hanya diserahkan kepada ‘’tangan gaib’’ the invisible hand dalam sistem kapitalisme yang brutal.
Piketty mengusulkan penerapan pajak pendapatan yang progresif dan juga penerapan pajak progresif secara global untuk bisa mengendalikan akumulasi modal yang liar dan mengendalikan munculnya orang-orang kaya baru hasil warisan keluarga.
Menilik studi Piketty bisa dilihat bahwa apa yang dilakukan pemerintah Jokowi sekarang ini tidak menyentuh hal yang mendasar. Seperti biasanya, Jokowi hanya menyelesaikan asap dan tidak memadamkan api. Orang-orang kaya hasil warisan dan orang-orang kaya hasil perpaduan penguasa dan pengusaha masih banyak bermunculan.
Selama orang-orang kaya ini masih bermunculan dan cara pengumpulan kekayaan yang serakah masih tetap berlangsung, jangan harap ketimpangan sosial-ekonomi akan bisa diatasi. (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi