Dia menjabarkan selama ini pembangunan Madura mungkin dianggap kurang visioner dan progresif. Dengan mewujudkan ISP akan memantik semangat masyarakat Madura di dalam membangun lebih progresif dan akseleratif.
“Saya pikir itu juga akan punya efek signifikan bagi pembentukan simbolik power Bu Gubernur dan potensial mematik dukungan arus bawah dan para kiai sehingga bisa menjadi modal kuat untuk kontestasi 2024,” prediksi Peneliti Senior Surabaya Survey Center itu.

Sekedar diketahui, di awal menjabat sebagai gubernur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan akan membangun Islamic Science Park di kaki jembatan Suramadu seluas 101 hektare (Ha). Di alamnya akan ada sekitar 20% edukasi, 30% untuk hiburan, 50% seni. Di dalam konsepnya akan sentuhan budaya Islam moderat, hotel bintang 7 hingga floating market. Rencana ini pernah disampaikan gubernur Jatim perempuan pertama itu dalam rapat soal revitalisasi Badan Pengembangan Wilayah Suramadu di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa, 14 Mei 2019 lalu. Rencana itu ia sampaikan kepada Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.
Lebih lanjut, Surokim menyebutkan ISP akan lebih mudah diingat jika dibangun di area pintu gerbang Suramadu dan terkoneksi dengan kompleks area Pesarean Syaichona Cholil. ISP bisa menjadi sarana memelihara dan simbol religiusitas masyarakat Madura dan juga menjadi bentuk pengakuan akan pentingnya Madura sebagai salah satu pusat peradaban Islam di Jawa.
Selain itu, ISP diharapkan memiliki efek multidimensi. Seperti pengembangan kultur masyarakat Madura yang religius dan bisa mematik tumbuhnya pembangunan ekonomi syariah, pusat halal, dan edukasi islam di Pulau Garam itu.
“Saya pikir itu akan punya dampak tidak saja ekonomi, tetapi juga sosial, politik, pendidikan dan budaya masyarakat Madura,” katanya. (Nani Mashita)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi