Menu

Mode Gelap

kempalanalisis · 24 Nov 2021 07:10 WIB ·

Bubarkan MUI atau Partai Politik?


					Kantor Majelis Ulama Indonesia. (MUI) Perbesar

Kantor Majelis Ulama Indonesia. (MUI)

Daniel Mohammad Rosyid

KEMPALAN: Terkait salah satu anggota komisi fatwa MUI yang ditangkap Densus 88 karena terindikasi terlibat tindak terorisme, tidak lama ini seorang tokoh Banten yang sering berpenampilan bak kyai pendekar mengatakan bahwa MUI layak dibubarkan karena MUI hanya ormas, bukan lembaga negara. Kemudian seorang Romo Nasrani anggota Wantimpres juga mengatakan pernyataan senada. Sebelumnya seorang jendral mengatakan akan menghadapi aksi-aksi masa terkait PA 212 dengan keras ala Orde Baru. Apakah jendral ini membayangkan peristiwa Tanjung Priuk di awal 1980-an ?

Ketiga pernyataan tokoh itu perlu dicermati karena banyak yang kini makin menampilkan diri sebagai penguasa, bukan pemimpin, apalagi pengayom masyarakat. Adigang, adigung, adiguno begitu Wong Jowo menyebutnya. Republik ini seolah akan digusur menjadi semacam Romawi di bawah Kaisar Nero. Padahal republik ini didirikan oleh Bung Karno dan para pendiri bangsa sebagai penghormatan pada publik, yaitu rakyat yang kemerdekaannya telah diproklamirkan 76 tahun silam.

Menurut UUD1945, pemegang kedaulatan tertinggi adalah rakyat. Adalah rakyat yang memungkinkan negeri ini pantas di sebut negara, setelah wilayahnya jelas melalui penyerahan kedaulatan para raja Nusantara ke Republik. Tanpa rakyat, negara ini langsung runtuh. Pemerintah diberi kewenangan oleh rakyat untuk mengurus negara ini demi kepentingan semua rakyat, bukan untuk melayani dirinya sendiri ataupun sebagian kecil kelompok masyarakat.

Ketiga tokoh tadi lupa prinsip-prinsip dasar Republik ini. Jendral tadi bahkan mengingkari sejarah pembentukan TNI. TNI itu sekarang besar bukan ujug-ujug. Pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) itu difasilitasi Jepang dan diawaki oleh para santri dan kyai pesantren. Faksi BKR ini disebut faksi Hizbullah. Seorang guru Muhammadiyah, Jendral Soedirman Bapak TNI berasal dari unsur Hizbullah ini. Kemudian juga dari eks tentara Peta didikan Jepang, ditambah dengan sebagian kecil eks KNIL didikan Belanda.

Penting dicermati peremehan ormas oleh Kyai Pendekar tadi. Banyak Ormas seperti Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah sudah berdiri sebelum Relublik ini berdiri. Statistik menunjukkan bahwa organisasi yang paling berbahaya bagi eksistensi spesies manusia di planet bumi ini saat in bukan ormas, tapi partai politik, yaitu Partai Republik AS. Bukan ISIS, Al Qaedah, HTI, FPI, apalagi MUI. Yang mengatakan ini adalah intelektual publik yang paling berpengaruh saat ini, yaitu Prof. Noam Chomsky. Di Indonesia, sudah makin jelas bahwa partai politik dan persekongkolan di antara elite parpol itu jauh lebih berbahaya dari MUI. Parpol dan koalisinya yang kini berkuasa telah menciptakan berbagai Undang-Undang dan tafsirnya bukan untuk kepentingan publik, tapi untuk kepentingan elite parpol dan para taipan pendukung logistiknya. Ini disebut maladministrasi publik. Banyak koruptor anggota partai politik.

Setelah persekolahan…

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Maksud Baik Risma

4 Desember 2021 - 13:19 WIB

Dudung Cocoke Ulama Opo Jenderal Medsos

4 Desember 2021 - 05:28 WIB

Mari Pangur Untu dan Kursus Dadi Matador

3 Desember 2021 - 06:16 WIB

Penyidik yang Tak Pupus

1 Desember 2021 - 13:48 WIB

Kepepet, Erick Thohir Mbanser + Nyokot Jokowi

1 Desember 2021 - 06:19 WIB

Banser Itu Elit

29 November 2021 - 15:06 WIB

Trending di kempalanalisis