Jumat, 19 Juni 2026, pukul : 12:33 WIB
Surabaya
--°C

Bubarkan MUI atau Partai Politik?

Setelah persekolahan, mungkin partai politik di Indonesia adalah inovasi kelembagaan paling berbahaya sejak awal abad 20 di Hindia Belanda. Jika sekolah telah memonopoli pendidikan, maka Parpol telah memonopoli politik. Saat itu HOS Tjokroaminoto dari partai Sarikat Islam adalah tokoh pejuang kemerdekaan yang sangat ditakuti pemerintah kolonial Hindia Belanda. Sementara itu PKI justru banyak bekerjasama dengan pemerintah kolonial. Sejak kemerdekaan, kedudukan parpol belum mendapat tempat resmi di UUD1945. Namun sejak reformasi 1998, parpol menjadi instrumen paling penting demokrasi liberal yg tidak hanya membahayakan Republik, tapi kini justru mudah mengancam dan mengintimidasi rakyat pemilihnya sendiri melalui kaki-kaki tangan ulama palsu dan tentara yang lupa akar dari kulitnya. Banyak tokoh parpol sekarang justru menjadi kaki tangan kepentingan asing nekolimik seperti yang dikhawatirkan Bung Karno sendiri.

BACA JUGA  Selamatkan NU: Kembalikan Marwah dan Martabat NU dengan Rais Aam dan Ketum yang Punya Dua Belas Point Kriteria

Situasi ini tidak bisa diterima. Harus dihentikan segera. Jika tidak, taruhannya adalah masa depan Republik ini. Ingatlah nasehat Kaisar Marcus Aurelius pada Jendral Maximus Sang Gladiator: apakah mengembalikan imperium Romawi menjadi Republik sebuah impian ? Kini tiba saatnya para patriot pecinta Republik untuk tidak berdiam diri melihat pembajakan partai politik atas Republik yg telah diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta ini. Peoples are definitely not expendable, political party is.

Rosyid College of Arts,
Gunung Anyar, 23/11/2021

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.