Lebih lanjut, Arumi mendorong para pengrajin batik dan bordir untuk terus berinovasi baik model, desain, maupun kualitas produknya. Selain itu, para pelaku UMKM diharapkan dapat saling berkolaborasi untuk memberikan nilai tambah terhadap produk-produknya.
“Kolaborasi jadi kunci mindset kita para pengusaha menengah. Mindset pengusaha besar meningkatkan investasi, tapi ini juga berpengaruh terhadap risiko yang akan ditanggung. Tapi UMKM ada keterbatasan baik dari segi modal dan SDM. Tekniknya ya harus kolaborasi. Kita pintar di produksi, tapi kita juga harus mau kolaborasi dengan UMKM lain yang jago di bidang packaging, desain atau pemasaran digital,” terang istri Wagub Jatim ini.
“Sekali lagi, kami harap bapak ibu sekalian tidak patah semangat, tidak putus asa, tapi harus optimis kita semua bisa bangkit dari pandemi ini. Tetap jaga protokol kesehatan dengan ketat, dan semoga usaha yang kita lakukan terus berkembang dan ini semua seperti yang kita harapkan, yakni Jatim Bangkit,” pungkasnya.
Pelatihan ini sendiri digelar selama dua hari dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Dimana para peserta diharuskan telah menerima vaksin Covid-19 dan menyertakan surat bebas Covid-19.
Para peserta yang berjumlah 50 orang ini merupakan para pengrajin bordir dan batik. Mereka berasal dari wilayah Bakorwil Jember seperti Probolinggo, Jember, Situbondo, Banyuwangi dan Bondowoso. (Dwi Arifin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi