Menu

Mode Gelap

kempalanews · 13 Nov 2021 20:45 WIB ·

Bupati Bandung Minta Dunia Pendidikan Bebas Pungli


					Bupati Bandung Dadang Supriatna, saat Festival Panen Hasil Belajar Program Guru Penggerak di Sunshine, Soreang, Sabtu (13/11/21).(Iwa/Kempalan) Perbesar

Bupati Bandung Dadang Supriatna, saat Festival Panen Hasil Belajar Program Guru Penggerak di Sunshine, Soreang, Sabtu (13/11/21).(Iwa/Kempalan)

KAB BANDUNG-KEMPALAN: Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, dunia pendidikan di Kabupaten Bandung harus bersih, akuntabel, transparan dan bebas dari pungutan liar (pungli).

“Jika aparatur pendidikannya jauh dari agama, bagaimana mental anak-anak didiknya nanti. Lebih baik kita fokus pada program-program yang nyata, jangan ada manipulasi,” tandas Bupati Bandung saat Festival Panen Hasil Belajar Program Guru Penggerak Angkatan 2 tahun 2021 di Sunshine Hotel, Soreang, Sabtu (13/11/21).

Bupati juga menginstruksikan para pendidik untuk mendukung program prioritas Kabupaten Bandung. Salah satunya adalah menyukseskan tiga program muatan lokal (mulok).

“Saya minta para guru bisa sukseskan program mulok yang terdiri dari tiga muatan. Yaitu pertama P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), kedua belajar berbahasa Sunda dan budaya Sunda, dan yang ketiga pendidikan keagamaan,” tuturnya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna, saat Festival Panen Hasil Belajar Program Guru Penggerak di Sunshine, Soreang, Sabtu (13/11/21).

Pada kesempatan yang sama, bupati yang disapa Kang DS itu menjelaskan program-program pendidikan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dalam rangka mensejahterakan para tenaga pendidik. Salah satunya pemberian insentif kepada guru ngaji.

“Saya juga ingin mensejahterakan semua tenaga pendidik, termasuk usulan perbaikan nasib guru honorer akan saya perjuangkan. Itu semua sebagai bentuk perhatian Pemkab Bandung terhadap kesejahteraan dunia pendidikan,” tandasnya.

Terkait Guru Penggerak sebagai program unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dinilai Kang DS sebagai upaya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, baik dari sisi intelektual, sosial maupun spiritual, yang dibutuhkan dalam pembangunan.

“Guru dapat meningkatkan kompetensinya, sebagai pemimpin proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Selama pelaksanaan program, guru akan dibimbing oleh instruktur, fasilitator dan pengajar praktek yang profesional,” imbuhnya.

Ia berpesan, guru penggerak harus melaksanakn tugasnya dengan diiringi keimanan dan ketaqwaan, serta pikiran yang positif. Dengan ilmu agama yang kuat, tuturnya, guru dapat membentuk karakter murid tanpa melanggar norma-norma agama.

“Ciptakan sugesti, bahwa murid kita adalah calon pemimpin yang sukses di masa depan. Saya yakin dengan ilmu agama yang dimiliki para guru, mereka dapat mencetak murid-murid menjadi pemimpin yang hebat,” pungkasnya. (iwa ahmad sugriwa)

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Wagub Emil Pastikan Ketersediaan Logistik dan Posko Pengungsi Terpenuhi

9 Desember 2021 - 12:46 WIB

KEI-ANTARA Gelar Uji Kompetensi Wartawan di Sumenep

9 Desember 2021 - 10:14 WIB

Gelar Uji Kompetisi Wartawan

Cara Bupati Achmad Fauzi Mengurangi Angka Kemiskinan di Sumenep

9 Desember 2021 - 08:12 WIB

Bupati Achmad Fauzi

Tinjau Penyaluran Pakan Ternak, Wagub Emil: Sudah Termanfaatkan Baik

9 Desember 2021 - 06:08 WIB

Ketua DPD RI Dorong Pemerintah Riset Mitigasi Kebencanaan

9 Desember 2021 - 05:53 WIB

Bupati Gresik Ajak Generasi Milenial Kembangkan Kemampuan Berwirausaha dan Skill pada Era Digitalisi

9 Desember 2021 - 00:01 WIB

Trending di kempalanews