Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 04:36 WIB
Surabaya
--°C

Bupati Bandung Minta Dunia Pendidikan Bebas Pungli

KAB BANDUNG-KEMPALAN: Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, dunia pendidikan di Kabupaten Bandung harus bersih, akuntabel, transparan dan bebas dari pungutan liar (pungli).

“Jika aparatur pendidikannya jauh dari agama, bagaimana mental anak-anak didiknya nanti. Lebih baik kita fokus pada program-program yang nyata, jangan ada manipulasi,” tandas Bupati Bandung saat Festival Panen Hasil Belajar Program Guru Penggerak Angkatan 2 tahun 2021 di Sunshine Hotel, Soreang, Sabtu (13/11/21).

Bupati juga menginstruksikan para pendidik untuk mendukung program prioritas Kabupaten Bandung. Salah satunya adalah menyukseskan tiga program muatan lokal (mulok).

“Saya minta para guru bisa sukseskan program mulok yang terdiri dari tiga muatan. Yaitu pertama P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), kedua belajar berbahasa Sunda dan budaya Sunda, dan yang ketiga pendidikan keagamaan,” tuturnya.

BACA JUGA  Perkuat Ekosistem Pesisir, BRIDA Surabaya Dorong Metode Silvofishery
Bupati Bandung Dadang Supriatna, saat Festival Panen Hasil Belajar Program Guru Penggerak di Sunshine, Soreang, Sabtu (13/11/21).

Pada kesempatan yang sama, bupati yang disapa Kang DS itu menjelaskan program-program pendidikan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dalam rangka mensejahterakan para tenaga pendidik. Salah satunya pemberian insentif kepada guru ngaji.

“Saya juga ingin mensejahterakan semua tenaga pendidik, termasuk usulan perbaikan nasib guru honorer akan saya perjuangkan. Itu semua sebagai bentuk perhatian Pemkab Bandung terhadap kesejahteraan dunia pendidikan,” tandasnya.

Terkait Guru Penggerak sebagai program unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dinilai Kang DS sebagai upaya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, baik dari sisi intelektual, sosial maupun spiritual, yang dibutuhkan dalam pembangunan.

“Guru dapat meningkatkan kompetensinya, sebagai pemimpin proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Selama pelaksanaan program, guru akan dibimbing oleh instruktur, fasilitator dan pengajar praktek yang profesional,” imbuhnya.

BACA JUGA  Mengapa NPD Tak Suka di Rumah ?

Ia berpesan, guru penggerak harus melaksanakn tugasnya dengan diiringi keimanan dan ketaqwaan, serta pikiran yang positif. Dengan ilmu agama yang kuat, tuturnya, guru dapat membentuk karakter murid tanpa melanggar norma-norma agama.

“Ciptakan sugesti, bahwa murid kita adalah calon pemimpin yang sukses di masa depan. Saya yakin dengan ilmu agama yang dimiliki para guru, mereka dapat mencetak murid-murid menjadi pemimpin yang hebat,” pungkasnya. (iwa ahmad sugriwa)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.