Minggu, 7 Juni 2026, pukul : 16:01 WIB
Surabaya
--°C

Dadakan Ganti Nomor Perlombaan, Nanda Mei Raih Emas untuk Jatim

JAYAPURA-KEMPALAN: Selalu ada hikmah di setiap kejadian. Mungkin seperti itulah yang dirasakan atlet para-atletik Jatim Nanda Mei Sholihah. Sepekan lalu (5/11), Nanda Mei harus memutuskan secara dadakan cabor mana yang dia ikuti dalam Peparnas XVI Papua kali ini.

Tepat pada momen upacara pembukaan Peparnas XVI Papua. Nanda yang awalnya akan turun di nomor lari 100 meter, harus mengubah semua perencanaanya dengan turun di nomor lompat jauh yang sama sekali tidak dia persiapkan.

’’Tiba-tiba banget dikabari oleh salah satu pengurus Jatim. Itu terjadi setelah technical meeting,’’ kenang Nanda Mei, dikutip situs Kominfo Jatim. Alasannya ketika itu tidak ada peserta yang ikut di nomor lari 100 meter untuk klasifikasi T47.

Sehingga, nomor lari itu pun akhirnya ditiadakan. ’’Karena nggak ada lawannya, ya satu-satunya jalan saya harus ganti nomor,’’ ungkap Nanda Mei yang saat ini menjabat sebagai Ketua NPCI di Kota Kediri itu.

BACA JUGA  Indonesia Mulai Langkah Kemenangan di AVC Cup 2026: Tekuk Iran 3-1

Di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Kamis (11/11) Nanda Mei pun membuktikan bahwa naluri petarungnya bukan hanya dalam lari sprint 100 meter. Dia juga mampu mempersembahkan emas di nomor lompat jauh.

Atlet para-atletik kelahiran Kota Kediri pada 17 Mei 1999 silam itu mampu meraih medali emas dengan jarak lompatannya sejauh 4,35 meter. Capaian yang tentu jadi capaian terbesarnya karena dia bukan pelompat jauh.

Dia bahkan hanya membutuhkan waktu lima hari untuk melatih lompatannya. ’’Saya beruntung bisa menjawab tantangan ini dan memberikan prestasi bagi Jatim, terima kasih atas dukungannya kepada saya,’’ bebernya.

Lompatan 4,35 meter tersebut merupakan lompatan terjauhnya dari empat kali percobaan. Untuk lompatan pertama jauhnya sekitar 4,33 meter, lompatan kedua 4,13 meter, lompatan ketiga 4,35, dan lompatan terakhir 4,19 meter.

BACA JUGA  IPSI Jatim Standardisasi Pelatih dan Juri Festival di Malang 

Nanda Mei cuma dibolehkan mengikuti satu nomor pertandingan karena statusnya di para-atletik kali ini sebagai atlet elite. ’’Sungguh ini jadi pengalaman yang sangat luar biasa bagiku,’’ imbuh Nanda Mei yang pernah merengkuh medali emas ketika kali pertama turun dalam kejuaraan Piala Walikota  2010 itu.

Menurut Wakil Komandan Kontingen Peparnas XVI Jatim Agustinus Roy menyebut tidak hanya satu nomor saja yang batal dipertandingkan. ’’Ada dua nomor (yang tak dipertandingkan,’’ sebut Agustinus. (Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.