Senin, 20 April 2026, pukul : 14:11 WIB
Surabaya
--°C

Peserta Indonesia Masters dan Indonesia Open 2021 Dibagi Tiga Kloter, Begini Proses Pemberangkatannya

JAKARTA-KEMPALAN: Indonesia jadi tuan rumah tiga turnamen bulutangkis bergengsi pada bulan ini. Mulai dari turnamen Super 750 Indonesia Masters 2021 (16 – 21 November), Super 1000 Indonesia Open 2021 (23 – 28 November), dan BWF World Tour Final 2021 (1 – 5 Desember). Ketiga ajang itu dinamakan Indonesia Badminton Festival.

Mulai Selasa (9/11) sudah banyak pebulutangkis dunia yang menginjakkan kakinya di Indonesia. Digelar di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Badung, pihak penyelenggara bakal menerapkan sistem bubble demi menjaga keamanan, kesehatan dan kenyamanan para kontestan.

Dalam penjelasannya, Kabid Humas PP PBSI Broto Happy menyebut semua pebulutangkis yang datang melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, akan langsung menjalani tes PCR. ’’Seperti regulasi biasanya, datang dari luar negeri langsung menjalani tes PCR,’’ ucapnya.

Selanjutnya, lanjut Happy, para kontestan tersebut akan langsung diberangkatkan ke Bali dengan terbagi ke dalam tiga kloter yang berbeda. Kloter pertama sudah diterbangkan memakai pesawat carter ke Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Selasa malam (9/11).

’’Setelah dikumpulkan di Jakarta, begitu jumlah yang berkumpul sudah memenuhi isi kapasitas pesawat sebanyak 150 orang, maka malam ini (Selasa malam, Red) akan diterbangkan menuju ke Bali,’’ tutur Broto.

’’Untuk dua kloter penerbangan sisanya, baru akan kami berangkatkan besok (Rabu) siang dan malam. Yang pasti pemberangkatannya bisa terbagi menjadi tiga kloter yang berbeda,’’ sambung Broto.

Bagi kontestan Indonesia Badminton Festival, mekanisme yang diberlakukan PBSI kali ini sudah dianggap berbeda dengan ajang-ajang lainnya di dunia. Terutama yang berlangsung di tengah era pandemi Covid-19 seperti malam ini.

Seperti yang diungkapkan pebulutangkis ganda campuran top Malaysia, Goh Liu Ying. Pasangan main Chan Peng Son itu sudah mendarat di Jakarta setelah menjalani penerbangan dengan transit di Istanbul setelah terbang dari Jerman.

GLY (akronim nama Goh Liu Ying) mengungkapkan pengalamannya tersebut melalui unggahan akun Instagram yang bernama @gohliuying, setibanya dia di Bandara Intrernational Soekarno-Hatta.

’’Pengalaman pertama kali barang bawaan pun tak harus diambil. Langsung tes PCR, kemudian bea cukai langsung menunggumu. Terus naik pesawat lagi dari lounge, gak perlu lagi keluar bea cukai seluruh perjalanan, charter pesawat ke Bali,’’ ungkap GLY lewat unggahan Instagram-nya. (Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.