Menu

Mode Gelap

Kempalanart · 9 Nov 2021 16:00 WIB ·

Kabar Gembira! Galeri Nasional Indonesia Perbanyak Kuota Pengunjung Pameran Tetap


					Seorang pengunjung yang sedang melihat karya seni rupa di Galeri Nasional Indonesia. Perbesar

Seorang pengunjung yang sedang melihat karya seni rupa di Galeri Nasional Indonesia.

KEMPALAN: Kebijakan PPKM yang sebelumnya membuat berbagai tempat mulai membatasi jam buka dan jumlah pengunjung yang datang. Namun seiring dengan kabar tentang kebijakan PPKM yang sudah menjadi level 1 di Jakarta membuat beberapa tempat perlahan mulai menambahkan kuota pengunjung.

Salah satunya termasuk Galer Nasional Indonesia (GNI) yang mengumumkan jika kuota untuk kunjungan Pameran Tetap Koleksi GNI ditambah sebanyak 70 pengunjung yang sudah diperbolehkan masuk dalam satu sesi setelah sebelumnya hanya 50 orang saja.

Pihak Galeri Nasional Indonesia membagi enam sesi untuk pengunjung bila ingin datang ke Pameran Tetap Koleksi yang sudah dibuka pada pukul 9.00 WIB dan sesi terakhir dimulai pukul 14.39 WIB.

Pameran Tetap Koleksi GNI memiliki 201 karya seni rupa modern dan kontemporer yang merupakan koleksi negara mulai dari era 1800-an hingga saat ini. Seniman yang terlibat pun bukan hanya dari Indonesia saja namun juga ada beberapa seniman luar negeri.

Sejumlah seniman yang karyanya dipajang dalam Pameran Tetap Koleksi ini diantaranya ada Raden Saleh, Wakidi, S. Sudjojono, Affandi, Basoeki Abdullah, Hendra Gunawan, Agus Djaja, Popo Iskandar, Srihadi Soedarsono, dan Widayat.

Tak hanya mereka, beberapa seniman termasuk Djoko Pekik, Eddie Hara, Heri Dono, Jim Supangkat, Dede Eri Supria, Krisna Murti, Anusapati, Mella Jaarsma, Victor Vasarely, Wassily Kandisky, Hans Arp, Zao Wou-Ki, Hans Harntug, dan Sonia Delaunay, juga terlibat dengan mengirimkan karya terbaik mereka.

Seluruh karya yang sudah terkumpul tidak bisa langsung dipajang dan dipamerkan, karya tersebut harus dikuratori untuk menyortir mana karya terbaik yang terpilih untuk bisa ditampilkan di GNI.

Pendekatan kuratorial tersebut dibagi menjadi tiga dengan dikurtori oleh Bayu Genia Krishbie dan Teguh Margono. Pendekatan pertama yakni disortir dengan tema monument ingatan, yang menampilkan karya dengan disesuaikan dalam perkembangan sejarah nasional.

Kedua ada Paris 1959…

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kejutan Baru! Benarkah Tobey Maguire Ada di Merchandise No Way Home?

28 November 2021 - 14:00 WIB

LaNyalla : Peradaban Kesultanan Deli Sumbang Berbagai Aspek Budaya Bagi Indonesia dan Dunia

26 November 2021 - 05:28 WIB

Wow! Netflix Siap Produksi Reboot Power Rangers Universe

25 November 2021 - 19:00 WIB

Akhirnya! ‘Scream’ Rilis Poster Gerak Terbaru

25 November 2021 - 18:00 WIB

Ini 5 Film Horor Mengerikan Adaptasi Manga!

24 November 2021 - 15:00 WIB

‘Spider-Man: No Way Home’ Rilis Acara TV Drama

24 November 2021 - 14:00 WIB

Trending di Kempalanart