Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 15:03 WIB
Surabaya
--°C

Kabar Gembira! Galeri Nasional Indonesia Perbanyak Kuota Pengunjung Pameran Tetap

KEMPALAN: Kebijakan PPKM yang sebelumnya membuat berbagai tempat mulai membatasi jam buka dan jumlah pengunjung yang datang. Namun seiring dengan kabar tentang kebijakan PPKM yang sudah menjadi level 1 di Jakarta membuat beberapa tempat perlahan mulai menambahkan kuota pengunjung.

Salah satunya termasuk Galer Nasional Indonesia (GNI) yang mengumumkan jika kuota untuk kunjungan Pameran Tetap Koleksi GNI ditambah sebanyak 70 pengunjung yang sudah diperbolehkan masuk dalam satu sesi setelah sebelumnya hanya 50 orang saja.

Pihak Galeri Nasional Indonesia membagi enam sesi untuk pengunjung bila ingin datang ke Pameran Tetap Koleksi yang sudah dibuka pada pukul 9.00 WIB dan sesi terakhir dimulai pukul 14.39 WIB.

Pameran Tetap Koleksi GNI memiliki 201 karya seni rupa modern dan kontemporer yang merupakan koleksi negara mulai dari era 1800-an hingga saat ini. Seniman yang terlibat pun bukan hanya dari Indonesia saja namun juga ada beberapa seniman luar negeri.

Sejumlah seniman yang karyanya dipajang dalam Pameran Tetap Koleksi ini diantaranya ada Raden Saleh, Wakidi, S. Sudjojono, Affandi, Basoeki Abdullah, Hendra Gunawan, Agus Djaja, Popo Iskandar, Srihadi Soedarsono, dan Widayat.

Tak hanya mereka, beberapa seniman termasuk Djoko Pekik, Eddie Hara, Heri Dono, Jim Supangkat, Dede Eri Supria, Krisna Murti, Anusapati, Mella Jaarsma, Victor Vasarely, Wassily Kandisky, Hans Arp, Zao Wou-Ki, Hans Harntug, dan Sonia Delaunay, juga terlibat dengan mengirimkan karya terbaik mereka.

Seluruh karya yang sudah terkumpul tidak bisa langsung dipajang dan dipamerkan, karya tersebut harus dikuratori untuk menyortir mana karya terbaik yang terpilih untuk bisa ditampilkan di GNI.

Pendekatan kuratorial tersebut dibagi menjadi tiga dengan dikurtori oleh Bayu Genia Krishbie dan Teguh Margono. Pendekatan pertama yakni disortir dengan tema monument ingatan, yang menampilkan karya dengan disesuaikan dalam perkembangan sejarah nasional.

Kedua ada Paris 1959…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.