Kedua ada Paris 1959 Jakarta 1995 yang menampilkan karya-karya koleksi internasional di GNI dan berasal dari hibah para seniman dunia yang berbasis di Paris pada tahun 1959 serta hibah seniman peserta Pameran Gerakan Non-Blok pada 1995.
Kurasi terakhir adalah KODE/D yang secara berkala berisi tema tersendiri dengan sejumlah karya koleksi dari 20 tahun akuisisi karya seni rupa oleh GNI.
Pengunjung yang diperbolehkan masuk juga harus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pihak GNI, yakni harus dalam keadaan sehat serta mematuhi protocol kesehatan, menggunakan masker dan memakai aplikasi PeduliLindungi.
Jika ada pengunjung yang sedang mengalami kondisi tidak sehat dengan tanda-tanda seperti, demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan merasa sesak nafas maka dengan segala hormat tidak diperkenankan untuk masuk dalam Galeri Nasional Indonesia.
Pustanto selaku Kepala Galeri Nasional Indonesia mengatakan, “Penambahan kuota kunjungan ini tentunya tetap diimbangi dengan penerapan protocol kesehatan yang sesuai dengan prosedur serta tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengunjung sehingga tidak menimbulkan kerumunan baik di area tunggu maupun di area ruang pameran.”
Jika kamu tertarik untuk melihat apa saja karya seni rupa yang ditampilkan dalam Pameran Tetap Koleksi GNI maka kamu bisa mengunjungi Galeri tersebut yang berlokasi di Jakarta Pusat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. (CNN, Hayuni Alfiana)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi