Menu

Mode Gelap

kempalanews · 8 Nov 2021 05:59 WIB ·

Pemkab Sidoarjo Gandeng ITS Atasi Banjir


					Bupati Gus Muhdlor berkomunikasi dengan ahli dari ITS untuk mengatasi masalah banjir di Sidoarjo. Perbesar

Bupati Gus Muhdlor berkomunikasi dengan ahli dari ITS untuk mengatasi masalah banjir di Sidoarjo.

SIDOARJO-KEMPALAN : Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin yang rawan banjir masih menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo. Solusi penanganan banjir di desa tersebut masih terus dicari. Pemkab Sidoarjo akan menggandeng ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) untuk menyelesaikan permasalahan banjir di desa tersebut. Pagi tadi, Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali S.IP atau Gus Muhdlor bersama kepala OPD terkait mengunjungi Desa Kedung Banteng tersebut, Minggu, (7/11). Gus Muhdlor turun langsung untuk mengetahui penanganan banjir dari kepala Desa Kedung Banteng.

Gus Muhdlor mengatakan penanganan banjir yang terjadi di tiga desa Kecamatan Tanggulangin yakni Desa Kedungbanteng, Desa Banjarasri dan Banjarpanji berkaitan dengan cara memanajemen air. Hal pertama yang akan dilakukan adalah menentukan titik terendah tanah di tiga desa tersebut. ITS akan digandeng dalam hal itu.

“Yang pertama kali harus dipetakan adalah menentukan ujung dari titik terendah itu, kemudian diarahkan ke avoer-avoer terdekat, salah satu yang memungkinkan adalah avoer Penatarsewu,”ucapnya.

Gus Muhdlor mengatakan tiga desa tersebut setiap tahun mengalami penurunan tanah. Hal tersebut yang penyebab banjir selalu terjadi di tiga desa itu. Kondisi tanah yang cekung menjadikan tiga desa tersebut tujuan aliran air hujan.

Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor saat berbincang dengan para pakar ITS untuk membantu penanganan banjir di Sidoarjo.

“Posisi tiga desa ini seperti mangkok, setiap tahun selalu terjadi penurunan disana, air pasti mencari tempat yang lebih rendah,”ujarnya.

Gus Muhdlor mengatakan secepatnya koordinasi penanganan banjir Kedungbanteng akan dilakukan. Dirinya juga akan melihat langsung kondisi avoer Penatarsewu. Bila diperlukan akan dilakukan normalisasi.

“Secepatnya kita lakukan mapping serta pengerjaan langsung penarikan air terutama Desa Kedungbanteng dan Banjarasri untuk secepatnya bisa dilarikan ke Penatarsewu,”sampainya.

Namun semua itu lanjut Gus Muhdlor membutuhkan waktu dan hitungan yang matang. Bila tidak, penarikan air melalui pompa penyedot bisa sia-sia. Bisa jadi air banjir yang dibuang kembali lagi.

“Oleh karena itu pemetaan ini penting, beberapa hari kedepan akan diagendakan bertemu dengan ITS, BPBD, balai besar dan tiga desa terdampak,”ucapnya.

Gus Muhdlor juga mengatakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) akan disiagakan. BTT tersebut akan segera dikucurkan bila melihat tanda-tanda banjir. Pasalnya anggaran dapat diberikan bila ada kejadian. Desa dapat menggunakan anggaran tersebut untuk pembelian pompa air yang tidak dianggarkan sebelumnya.

“Kalau ada tanda-tanda banjir, BTT itu akan kita kucurkan agar desa secepatnya mengadakan pompa-pompa itu,”ucapnya. (Ambari Taufiq)

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kronologi Perwira Polisi yang Dikeroyok saat Demonstrasi Pemuda Pancasila

28 November 2021 - 15:06 WIB

Kecelakaan Maut Truk Tronton vs Mobil Elf di Kediri, 4 Santri Meninggal Dunia

28 November 2021 - 15:02 WIB

9 Kiai Sepuh NU Minta Muktamar NU ke 34 Ditunda hingga 2022

28 November 2021 - 14:59 WIB

Jatim Terima Dua Penghargaan BKN Award 2021 Peringkat Pertama, Ini Formula Rahasianya

28 November 2021 - 07:02 WIB

Perdana, UHW Perbanas Wisuda 339 Mahasiswa

27 November 2021 - 17:23 WIB

Frontage Road Terus Dikebut, Bupati Sidoarjo Kawal Langsung Pembebasan Lahan

27 November 2021 - 15:53 WIB

Trending di kempalanews