BAGHDAD-KEMPALAN: Mengutip dari Aljazeera, sekiranya 11 orang meninggal dan lainnya terluka dalam serangan ISIS di sebuah desa di provinsi Diyala, Irak.
Dalam serangan tersebut, ISIS menargetkan warga sipil yang tidak berdaya di desa Al-Hawasha, dekat dengan kota Muqdadiya. Komando Operasi setempat dan polisi setempat mengatakan bahwa pihak ISIS melakukan serangan dengan menggunakan beberapa senjata dan senjata laras panjang.
Kemudian mengutip dari Associated Press Agency, dikatakan bahwa sebelumnya, pihak ISIS menawan dua orang warga sipil di desa tersebut dan kemudian secara cepat menyerang dan menyergap desa tersebut serta meminta barang-barang berharga yang ada. Kemudian juga dari semua korban jiwa dan korban luka, semuanya merupakan warga sipil biasa.
Presiden Irak, Barham Salih mengatakan dalam cuitannya di Twitter bahwa tindakan serangan oleh ISIS tersebut merupakan salah satu upaya untuk mencoba menggangu stabilitas di Irak. Kemudian ia mengatakan bahwa Irak pada saat ini akan menambah dan memperketat keamanan di negaranya. Ia juga memberikan sebuah saran bahwa dunia internasional jangan menganggap remeh ancaman oleh ISIS.
Serangan yang dilakukan pada saat ini sudah lama tidak terjadi karena sebelumnya ISIS terkalahkan pada tahun 2017. ISIS mengalami kekalahan yang sangat masif, namun bukan berarti semuanya telah usai. ISIS masih hidup dan aktif di beberapa kawasan.
PBB dalam laporannya pada awal tahun mengatakan bahwa sekiranya terdapat sekitar 10,000 anggota ISIS yang masih aktif di Irak dan Suriah. Semua anggota tersebut dikatakan masih aktif melakukan operasinya yang terkadang memberikan teror di pos keamanan, pusat pengisian bahan bakar dan infrastruktur umum lainnya.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi