KEMPALAN: Samsung dilarang menjual dan mengimport smartphonenya di Rusia. Hal ini buntut dari gugatan yang dilayangkan perusaahan SQWIN SA. Perusahaan asal Swiss itu mengklaim kalau Samsung Pay melanggar paten sistem pembayaran elektronik yang sudah terdaftar di Rusia.
Dikutip dari CNNIndonesia, pengadilan arbitrase Rusia pada 19 Oktober 2021, mengungkap daftar 61 smartphone Samsung yang dilarang untuk dijual dan diimpor di Rusia. Mulai dari seri lama seperti Galaxy J5, sampai seri teranyar Samsung Galaxy Fold 3 dan Samsung Galaxy Z Flip 3, Minggu (24/10/2021).
Putusan pengadilan pada tanggal 27 Juli 2021, menguatkan klaim SQWIN SA tapi tidak mencantumkan daftar ponsel yang akan diblokir. SQWIN SA kemudian mengajukan banding pada bulan Agustus.
Perusahaan SQWIN SA telah mendaftarkan patennya di Rusia sejak 2013, Sementara Samsung Pay pada tahun 2015 dan meluncurkannya di Rusia menjelang akhir tahun 2016. Samsung Pay merupakan salah satu sistem pembayaran elektronik paling populer di Rusia.
Samsung Pay berada di peringkat ketiga (17%), kedua Apple Pay (30%), dan yang pertama Google Pay (32%). Gugatan SQWIN SA hanya menargetkan Samsung. Tetapi bisa saja Google dan Apple ikut terseret kasus ini.
Sampai saat ini…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi