GRESIK-KEMPALAN: Berbagai persoalan para buruh dan pekerja di wilayah Gresik langsung direspon oleh Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis.
Sebagai Kapolres baru, Nur Azis ingin menjalin komunikasi dengan berbagai organisasi para pekerja dan buruh sebagai langkah awal menyerap aspirasi dari para buruh dan pekerja di wilayah Gresik.
Selasa malam (19/10). Bertempat di Joglo Mustikarasa JJ Tri Darma Gresik silaturahmi bersama sejumlah organisasi buruh dan pekerja digelar.
Tampak hadir 35 perwakilan organisasi buruh dan pekerja di wilayah Gresik. Seperti, perwakilan SPSI, DPC SPN, DPC Kahutindo, DPC KEP KSPI , DPC LEM SPSI, DPC KAHUT SPSI, DPC SPSI, DPC SPTI SPSI, DPC LOMENIK, DPC NIBA SPSI, DPC FNPBI, SPBI KASBI, KC FSPMI, DPC RTMM, DPC FPN dan DPC TSK SPSI,
Kapolres Nur Azis terlihat sumringah bisa bertemu dengan perwakilan organisasi pekerja dan buruh di wilayah kerjanya sebagai langkah sinergitas aparat kepolisian bersama para buruh dan pekerja.
Dalam pertemuan itu, Kapolres Nur Azis didampingi Waka Polres Kompol Eko Iskandar, Kabag Ops AKP Iman Mustolih, Kasat Intelkam AKP Nurdianto Eko Wartono, Kasat Lantas AKP Engkos Sarkosi, Kasat Samapta AKP Herry Moeriyanto beserta para Kanit Intelkam.
Pada kesempatan itu, Kapolres Nur Azis menyampaikan terima kasih kepada organisasi yang menaungi para SP/SB yang selalu menjadi jalinan komunikasi demi menjaga sinergitas yang terbangun selama ini.
Sebagai kapolres baru, Nur Azis menyatakan kesediaan untuk saling membantu demi kepentingan bersama.
“Polres Gresik akan senantiasa mengawal rekan-rekan sekalian dalam menyampaikan aspirasi. Sehingga dapat menjembatani hubungan dengan pihak-pihak terkait,” tutur Kapolres M Nur Azis di hadapan perwakilan serikat.
“Kegiatan silaturahmi ini patut kita apresiasi bersama untuk membangun sinergitas. Kedepannya diharapkan bisa bersinergi lebih baik,” pungkas lulusan Akpol 2002 tersebut.
Kesempatan silaturahmi itu, langsung dimanfaatkan oleh Ketua DPC KEP KSPI Gresik Apin Panjang Sirait untuk menyampaikan aspirasi.
Sirait seperti mencurahkan isi hati para buruh kepada Kapolres Nur Azis.
Persoalan itu, mulai dari belum terselesainya THR, upah dan hak normatif para buruh, dll.
“Kami perlu peran serta Pak Kapolres untuk membantu suara buruh dalam menyelesaikan berbagai permasalahan,” ungkap Sirait (Ambari Taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi