SUMENEP–KEMPALAN–Harga garam rakyat di Kabupaten Sumenep pada musim panen 2021 jadi keluhan petani. Sebab, untuk kualitas garam terendah di lokasi tambak seharga Rp 475 ribu per ton. Harga tertinggi Rp 550 ribu per ton.
Selain keluhan petani garam. Netizen juga mempertanyakan sikap pemerintah yang mengobral izin impor garam hingga harga garam rakyat murah.
Berdasar pantauan kempalan, Jumat sore (15/10). Netizen bernama Boa Parte menulis di beranda facebooknya dengan mencolek MH Said Abdullah sebagai putra Sumenep Madura yang kebetulan dekat dengan Presiden Jokowi dan menjabat Ketua Banggar DPR RI.
“Apa kabar bang @mh_said_abdullah, gimana sikap anda sebagai putra daerah dalam upaya mengatasi murahnya harga garam di kabupaten Sumenep, Kalianget, desa pinggir papas ?? Kasihan loh bang, sejak sekian tahun lamanya, para petani harus menanggung kerugian, gara-gara garamnya terjual murah.
Dan anda, sebagai bagian dari partai penguasa, tolong dong bisikin ke pak @jokowi dan KH.Ma’ruf Amin], takut beliau gak denger, kalau petani garam di Madura, Sumenep, desa pinggir papas, lagi ngeluh gara-gara garamnya terjual murah,” tulis akun Boa Parte.
“Salam dari petani garam Sumenep, Kalianget, desa pinggir papas……
@jokowi KH.Ma’ruf Amin,” sambung Boa Parte sambil membubuhkan foto MH Said Abdullah di beranda facebooknya.
Unggahan Boa Parte mendapat tanggapan like dan komentar beragam dari netizen.
Salah satunya, akun bernama, Yudi Yudix yang memberi komentar begini, “Tak ngorus buje said, 😂,” tulis Yudi Yudix.
Sementara, Kontributor kempalan di Sumenep menghubungi MH Said Abdullah melalui aplikasi WhatsApp.
Upaya klarifikasi kepada MH Said Abdullah atas unggahan dan komentar netizen tak dapat respon.
Chat WhatsApp dan panggilan via WhatsApp masuk. Tapi tak memberi tanggapan.
Sebelumnya, Presiden PKS Ahmad Syaikhu meminta kepada pemerintah untuk melindungi petani garam dari importir yang bergentayangan.
Penyataan Syaikhu menanggapi keluhan para petani garam di Pamekasan, Madura saat melakukan kunjungan akhir September lalu.
“Importir-importir garam ini terus bergentayangan, petani tidak bisa berjuang sendiri. Insya Allah PKS akan terus mengawal hal ini,” ujar Syaikhu dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 September 2021.
Syaikhu mengingatkan pemerintah agar tak membantu orang-orang yang sudah kaya dan melupakan petani yang sedang berjuang hidup.
Menurutnya anjloknya harga garam disebabkan oleh gempuran produk impor dengan harga yang lebih murah dan berkualitas lebih baik. (ham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi