Tidak hanya itu. Peralatan yang dipakai juga baru tiba dari Jakarta di Mimika pada 27 September 2021. Sedang lomba terbang layang digelar pada 30 September atau tiga hari kemudian.
“Praktis kita tidak punya waktu untuk adaptasi. Apalagi lomba digelar pagi dan sore hari, yang mestinya sangat tidak ideal untuk terbang,” ungkap Wahyanto.
Kontingen Papua menjadi juara umum di nomor terbang layang ini, menyabet lima medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
Sementara kontingen DKI Jakarta urutan runner-up meraih dua medali emas, tiga perak dan tiga perunggu.
Kemudian Jawa Barat juga meraih dua medali emas, satu perak, dan tiga medali perunggu berada di urutan ketiga.
Kontingen Jawa Timur meraih satu medali emas dan dua medali perak di urutan keempat. Lalu, disusul kontingen DI Yogyakarta meraih satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
Sedangkan kontingen Banten meraih satu medali emas, dan satu medali perak. Selanjutnya, kontingen Jawa Tengah meraih satu medali emas dan dua perunggu.
Cabang olahraga terbang layang PON XX/2021 Papua diikuti tujuh kontingen, yaitu tuan rumah Papua, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi