Menu

Mode Gelap

kempalanda · 10 Okt 2021 18:25 WIB ·

Pemimpin yang Didamba dan Membahagiakan


					Ilustrasi kepemimpinan dalam bidak. Perbesar

Ilustrasi kepemimpinan dalam bidak.

Hamid Abud Attamimi

Aktivis Dakwah dan Pendidikan, tinggal di Cirebon

KEMPALAN: “Alangkah beratnya ujian Allah kepadaku.. ” Itulah untaian kata yang terucap oleh Umar Bin Abdul Aziz sambil duduk dan menangis begitu mengetahui dirinya dipilih untuk menjadi Khalifah.

Kepemimpinannya yang amat singkat, cuma lebih kurang tiga tahun, tercatat dalam sejarah dengan tinta emas. Sekalipun tak berlangsung lama, namun Khalifah Umar Bin Abdul Aziz telah menorehkan watak dan karakter Kepemimpinan yang sederhana, egaliter, tawadhu, telaten, sabar, adil dan pembela dhuafa.

Sesuatu yang amat fenomenal ketika dibawah kepemimpinannya adalah, bahkan para pembayar zakat (muzakki) kesulitan untuk menunaikan kewajibannya, karena sedemikian makmurnya kondisi masarakat. Subhanallah..

Begitulah dampak yang luar biasa dari cara seseorang ketika mempersepsikan apa yang menimpa atau dialami dirinya. Khalifah Umar Bin Abdul Aziz memandang jabatan sebagai ujian, bahkan ujian yang sangat berat, maka reaksinya adalah menangis.
Pastilah terbayang oleh dirinya akan apa yang mesti dipertanggungjawabkan olehnya dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Berbeda.. kan dengan kebanyakan pejabat di negara ini, pengumuman promosi kenaikan jabatan atau pengangkatan baru disambut dengan sujud sukur, dan pelukan hangat keluarga. Begitulah ekspresi ketika merasa mendapatkan karunia atau hadiah, bahkan sesuatu yang mungkin sudah lama diimpikan.

Perasaan suka cita ini yang sering akhirnya membuat lupa bahwa pada sebuah kepemimpinan melekat tanggung jawab, dan justru jika tak mampu berhati-hati akan mengiring si pemangkunya pada kondisi merugi.

Abdullah bin Umar mengatakan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda: “Ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya, seorang pemimpin umat manusia adalah pemimpin bagi mereka dan ia bertanggung jawab dengan kepemimpinannya atas mereka.”

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam di penghujung hayatnya, ketika membayang ajal telah semakin mendekat, apakah yang terbayang dan menjadi kecemasannya,… “Ummatiiy… Ummatiiy… Ummatiiy”.

Begitu Agung akhlak ke Nabiannya dan begitu indah teladan kepemimpinannya, ummat adalah yang pertama dan terakhir dalam hati dan pikirannya.

Beliau amat menyadari bahwa Ia tak diutus untuk sebagian orang, separuh bumi, tapi seluruh Ummat manusia di segala penjuru dan pelosok bumi.

Rasulullah tak dipilih oleh masarakat dan sahabatnya, tetapi Ia dipilih dan dipersiapkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Next: Ia adalah…

Artikel ini telah dibaca 142 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Memaknai Jabatan Sebagai Amanah

22 Oktober 2021 - 19:59 WIB

Meluruskan “Maulid dan Selawat”

19 Oktober 2021 - 15:49 WIB

Mengenang Muhammad Rasulullah

19 Oktober 2021 - 15:37 WIB

Kongres Nasional Indonesia Kompeten II 2021, Akselerasi SDM Kompeten

19 Oktober 2021 - 15:22 WIB

Pada Rasulallah Shallallah Alaihi Wassalam Kita Belajar dan Meneladani

18 Oktober 2021 - 07:50 WIB

Rakyat Azerbaijan Merayakan 30 Tahun Kemerdekaan dengan Kesuksesan Besar

17 Oktober 2021 - 12:51 WIB

Trending di kempalanda