
Oleh: Bu Nyai Dr.Hj.Mihmidaty Ya’cub
Dalam Al-Qur’an Surah Al-Mu’minun ayat 1 sampai 11 Allah SWT berfirman yang artinya. “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam sholatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa yang mencari di balik itu (zina dan sebagainya), maka merekalah orang-orang yang malampaui batas. Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya, serta orang-orang yang memelihara sholatnya. Mereka itulah orang-orang yang mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (Surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.”
Surah Al-Mu’minun (orang-orang yang beriman) adalah surah yang ke-23 dari Al-Qur’an, surah ini terdiri atas 118 ayat yang termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Al Mu’minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketentraman jiwa mereka di dunia. Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad SAW.
Iman itu tidak tampak. Iman itu pekerjaan hati di dalam. Yang Nampak, yang kelihatan adalah tanda-tandanya kalau orang itu beriman. Dari Hadist riwat Abu hurairah Nabi SAW bersabda, ‘Iman itu ada 70 atau 60 sekian cabang. Yang paling tinggi adalah perkataan ‘Laa ilahanillahllah’, yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan sifat malu merupakan bagian dari iman. Seperti yang tercantum dalam Surah Al-Mu’minum 1-11 tanda-tanda orang itu beriman antara lain; 1. Orang yang Sholat, orang yang khusyuk dalam sholatnya. Khusyuk adalah kondisi ketika hati dan pikiran hanya tertuju kepada Allah. Sholat itu menjadi kunci orang itu baik atau buruk. Sebagaimana sabda Nabi SAW, “Pertamakali amal manusia yang dihisab atau dihitung di hari kiamat nanti adalah sholatnya. Jika sholatnya baik maka semua amalnya baik, kalau sholatnya buruk atau rusak, maka buruk atau rusaklah semua amalannya.” Jadi Sholat menjadi barometer orang yang beriman baik atau buruk, masuk Surga atau Neraka. Perkara sholat kita khusyuk atau tidak Allah lah yang menilainya.
2. Meninggalkan hal-hal yang tidak berguna. Temasuk baiknya amalan baiknya orang Islam, apabila dia meninggalkan hal-hal yang tidak ada guna manfaatnya bergosip dan sebagainya. Itu artinya yang dikerjakan oleh orang-orang yang beriman adalah hal-hal yang bermanfaat, menghindari diri dari hal yang tidak bermanfaat atau mubadzir. Sebaik-baiknya manusia ialah yang paling bermanfaat bagi sesama. Rosulullah SAW juga bersabda, “Diantara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi no, 2317) 3. Orang yang menunaikan Zakat. Rosulullah SAW pernah bersabda bahwa salah satu ciri-ciri orang beriman dapat dilihat dari sholat dan juga sedekahnya. “Sholat adalah cahaya dan sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim no.223). Zakat bisa tahunan yang 2,5%, bisa zakat kelebihan tiap bulan, karena dalam rezeki yang sudah diberian Allah kepada kita ada hak-hak orang lain yang perlu disampaikan. 4. Orang yang menjaga kemaluannya. Tidak bergaul dengan bukan muhrim, ajnabiyah yang bisa sampai berbuat zina. Ajnabiyah adalah setiap perempuan yang bukan istri, dan bukan pula sebagai sala satu dari perempuan-perempuan mahram.
Next: Orang-orang yang menjaga…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi