Washington D.C-Kempalan: Duta Besar Afghanistan untuk Amerika Serikat, Adela Raz mengatakan bahwa dirinya tidak memercayai bahwa Biden akan peduli terkait masa depan perempuan Afghanistan yang saat ini hidup dibawah kuasa Taliban. Ia juga merasa bersalah bahwa ia memberikan “Janji” bahwa akan ada masa depan bagi perempuan di Afghanistan.
Dalam wawancara ekslusif oleh HBO dalam acara Axios, ia berkata bahwa salah satu wanita yang sangat dipercayai olehnya dan merupakan seorang pembela hak asasi manusia telah dibunuh. Adela Raz mengatakan, “Taliban masih belum memutuskan hubungannya dengan al-Qaeda dan akan tetap menjadi organisasi teroris”.
Dalam wawancaranya tersebut, pewawancara memberikan pertanyaan “Apakah sekiranya Biden akan peduli dengan keadaan perempuan di Afghanistan?”. Dengan tegas, Raz menjawab “Tentu tidak, AS tidak bisa menjadi ‘polisi dunia’ untuk melindungi semua perempuan yang ada di seluruh dunia”.
Duta Besar Afghanistan untuk AS itu pun sudah pernah dihubungi oleh Taliban, tetapi ia menolak dan mengatakan tidak akan pernah mau untuk bekerja sebagai utusan untuk Taliban.
Adela Raz mengatakan bahwa suaminya telah memperhatikan Ashraf Ghani melakukan beberapa kali pertemuan dengan petinggi Taliban sebelum mereka berkuasa.
“Saya bertindak sangat sarkas. Saya berpikir bahwa ‘oh mereka mungkin sedang merencakana rencana evakuasi’” ucap Raz. Tidak dapat disangka, mantan presiden Ashraf Ghani memang kabur dan Taliban berkuasa.
(FoxNews, Muhamad Nurilham)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi