Rio de Janeiro-Kempalan: Unjuk rasa besar-besaran terjadi di sekitar 200 kota di Brazil pada Sabtu (2/10) yang meminta untuk Presiden Brazil, Bolsonaro untuk segera turun dari kursi kepemimpinannya karena dianggap gagal sebagai pemimpin. Brazil pada saat ini sedang dalam keadaan ekonomi yang semakin parah, pengangguran yang meningkat hingga kelaparan serta pandemi COVID-19.
Pihak pemerintah belum memberikan pernyataannya terkait hal ini, namun, melansir dari Reuters, salah satu pemantik protes mengatakan bahwa protes terjadi di 200 kota di Brazil. Adanya demonstrasi kepada Bolsonaro menjadi penanda bahwa oposisi akan menjadi semakin kuat untuk menjadi pemenang dengan membawa kembali semua partai Tengah-Kiri dan semua gerakan sosial.
Ribuan orang berkumpul di dua kota paling padat dan ramai di Brazil yaitu kota Sau Paulo dan Rio de Janeiro sembari membawa papan tulisan dan berteriak “Fora Bolsonaro” (Terj: Bolsonaro turun) dan “Bolsonaro must leave, impeachment now!” (Terj: Bolsonaro harus pergi, lengserkan sekarang!).
Selain itu, di ibukota Brazil, Brasilia, peserta unjuk rasa melakukan demonstrasi ke depan gedung Kongres Nasional dengan meminta untuk menurukan harga makanan dan harga bahan bakar.
Makanan dan bahan bakar menjadi salah satu narasi yang dibawa pada protes di Brasilia karena adanya kenaikan yang sangat drastis. Selain itu, 14 juta orang Brazil pada saat ini merupakan pengangguran.
Kemudian dalam kaitannya dengan Pandemi COVID-19, peserta unjuk rasa mengatakan bahwa Bolsonaro gagal untuk mengatasi pandemi. Sekiranya sekitar 600,000 orang meninggal yang menjadikan Brazil sebagai negara dengan jumlah kematian terbanyak setelah AS.
Dalam polling terbaru pada 16 September yang diadakan oleh media polling terbesar di Brazil yaitu Datafolha, tingkat kepuasan publik terhadap Bolsonaro hanya 53% yang merupakan data terendah semenjak Bolsonaro menjadi Presiden.
(CNN, Muhamad Nurilham)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi