MANCHESTER-KEMPALAN: Manchester United kembali gagal meraih kemenangan di matchday ketujuh Liga Premier Inggris.
Usai dikalahkan Aston Villa dengan skor tipis 1-0 minggu lalu, Setan Merah kembali gagal memetik poin penuh usai ditahan imbang Everton dengan skor 1-1.
Ketidakkonsistenan MU ini tentunya kembali mengingatkan para penggemar dengan bagaimana naik-turunnya performa Setan Merah pada musim lalu.
Dalam lima laga terakhirnya, anak asuh Ole Gunnar Solskjaer hanya mampu meraih dua kemenangan saja, tiga laga sisanya berakhir dengan dua hasil seri dan satu kekalahan.
Kondisi ini mirip seperti performa yang ditunjukkan oleh Man United musim lalu, dimana Man United mampu berkali-kali memenangkan laga-laga krusial, namun malah kalah saat melawan tim-tim kecil.
Misalnya, di bulan Maret lalu, dimana Manchester United secara mengejutkan berhasil memutuskan rentetan 22 kemenangan beruntun Man City dengan menekuk aang finalis Liga Champions itu di Etihad Stadium dengan skor 2-0.
Kemenangan ini tentunya mengejutkan para pengamat, yang banyak memperkirakan City akan memenangkan laga tersebut, dan juga kembali memperpanjang nafas United untuk terus bersaing memperebutkan trofi Liga Premier Inggris.
Namun, apa yang terjadi selanjutnya justru diluar dugaan. Setelah berhasil mengalahkan sang pemuncak klasemen dengan perkasa di laga tandang, Man United malah kembali tidak konsisten.
Pada lima laga terakhirnya di Liga Premier musim lalu, Man United hanya mampu meraih dua kemenangan, sementara tiga laga lainnya berakhir dengan dua hasil seri dan satu kekalahan, catatan ini sama seperti pencapaian MU di lima laga terakhirnya saat ini.
Inkonsistensi MU saat ini tidak lain disebabkan oleh Kebiasaan Ole yang selalu mengandalkan kualitas individu para pemainnya dalam suatu laga.
Jika ingin bermain konsisten, Ole harus mulai merubah cara bermain anak asuhnya. Suatu tim tidak boleh hanya ditopang oleh skill individu, tetapi juga harus dibekali dengan sistem yang mampu selalu beradaptasi.
Skill individual tidak bisa menjamin suatu tim mampu selalu meraih kemenangan, karena seorang pemain tidak bisa selalu bermain bagus.
Ole terlalu mengandalkan dua pemain kreatifnya, Paul Pogba dan Bruno Fernandes untuk menciptakan peluang dan mengontrol permainan, sehingga ketika kedua pemain tak bermain bagus, maka performa MU pun akan ikut jeblok.
Jika Ole mampu membuat sistem yang bisa menopang permainan timnya, maka dia tak perlu lagi mengandalkan Bruno dan Pogba di lapangan. Performa Man United juga akan lebih konsisten karena siapapun bisa menggantikan peran Bruno dan Pogba dengan sistem itu.(Edwin Fatahuddin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi