PBB Peringatkan Kondisi Akses Kesehatan di Afghanistan

waktu baca 2 menit
Keadaan Rumah Sakit di Afghanistan-Aljazeera

Kabul-Afghanistan: Juru bicara PBB, Stephane Dujarric memberikan peringatan pada Rabu (29/9) silam mengenai keadaan akses kesehatan di Afghanistan yang pada saat ini sangat buruk mengingat adanya instabilitas politik dalam negeri dimana Taliban mengambil alih kekuasaan yang dibarengin dengan ditariknya pasukan AS setelah berada di sana selama dua dekade lamanya.

Dalam rapat harian yang diadakan oleh PBB pada hari Rabu (29/9), Dujarric memberikan sebuah data bahwa pada saat ini akses kesehatan di Afghanistan menurun secara drastis. Kasus diare meningkat dan polio menjadi muncul lagi ditambah dengan adanya COVID-19.

Ia juga menyampaikan data dari WHO bahwa hanya sekitar 17% dari total 2,300 fasilitas kesehatan yang berfungsi di Afghanistan. Dalam 17% tersebut, sekitar 2/3 diantaranya pada saat ini sedang mengalami kehabisan suplai obat-obatan dan alat medis.

WHO bersamaan dengan donatur dari seluruh dunia berencana membangun fasilitas kesehatan di Afghanistan demi mencegah adanya kematian atau hal lainnya. Dujarric juga menambahkan bahwa World Food Program berbarengan dengan UNICEF berkomitmen untuk menambah operasi mereka di Afghanistan dengan menambahkan 100 tim kesehatan dan nutrisi.

PBB telah menggelontorkan dana sekitar 606 Juta USD (Sekitar 8 Triliun 700 Miliar Rupiah) untuk operasi Flash Appeal yang merupakan operasi koordinasi respons kemanusiaan untuk 3-6 bulan pertama konflik. Dana tersebut dikatakan cukup untuk membantu 11 juta warga Afghanistan hingga perkiraan akhir tahun dengan tujuan mencegah krisis kemanusiaan.

(VOA, Muhamad Nurilham)

Editor: Freddy Mutiara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *