Melawan imperialisme
Jamiyah Mujahidin Taliban lahir dari kelompok kecil santri di pondok pesantren. Miriplah dengan Tentara Hisbullah dan Sabilillah di Indonesia ketika melawan imperialisme Belanda sekitar tahun 1945. Taliban berjihad melawan imperialisme Uni Soviet tahun 1979-1989.
Di tengah konflik faksi-faksi perjuangan Afghanistan setelah tentara Uni Soviet tumbang, Taliban mendapat kepercayaan rakyat Afghanistan berkuasa atas negara itu tahun 1996 -2001. Namun kemudian dijatuhkan oleh imperialisme Amerika, Oktober tahun 2001. Taliban tetap melawan penjajah Amerika beserta pemerintahan bonekanya selama 20 tahun. Akhirnya Taliban berhasil memenangi peperangan medio Agustus 2021 dengan serangan superkilat dan spektakuler.
Seperti halnya Daud, Taliban diberi khilafah (kekuasaan) untuk menjalankan kebenaran Ilahi.
“Wahai Daud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan di antara manusia dengan adil, dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu karena akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat karena melupakan Hari Perhitungan.” (Quran: Sad 26).
Kekuasaan adalah ujian dari Allah juga. Kini Taliban menghadapi ujian internal maupun eksternal yang sangat berat sehingga posisinya benar-benar laksana telor di ujung tanduk.
Faktor internal antara lain warisan penjajah Amerika berupa kemiskinan absolut bahkan ancaman kelaparan. Korupsi merajelela. Perdagangan obat bius. Kriminalitas yang sangat tinggi. Kerusakan moral sepert LGBT. Rusaknya infrastruktur dan sebagainya.
Di Afghanitan, Amerika itu layaknya serigala yang masuk kadang domba, kemudian menerkam dan mencabik-cabik domba itu. Pada saat domba di antara hidup dan mati, penuh luka arang keranjang, ditinggal begitu saja untuk melarikan diri karena takut saat singa datang.
Next: Faktor eksternal berupa…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi