Minggu, 7 Juni 2026, pukul : 14:02 WIB
Surabaya
--°C

Antara Nabi Daud dan Taliban dalam Kekuasaan

Kutukan Nabi Daud

Musa wafat. Setelah remuk menggelandang  selama 40 tahun mereka berniat masuk Baitulmakdis. Mereka meminta petunjuk seorang Nabi untuk mengangkat seorang raja yang akan memimpin mereka berperang melawan bangsa Falestin. Segmen ini diabadikan di Quran surah Al Baqarah   246- 251.

Nabi itu menyatakan bahwa Allah sudah mengangkat Talut menjadi raja kaum Yahudi. Talut memiliki kelebihan ilmu dan fisik.

“Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu darinya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak.” (Quran: Al Baqarah 247.

Yahudi memang dikenal menjadikan harta adalah segala-galanya. Sampai Allah berfirman, tidak ada yang lebih rakus di dunia ini melebihi Yahudi. Bahkan kaum musyrik pun kalah rakusnya.

BACA JUGA  Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Talut akhirnya memimpin pasukan Yahudi. Talut menegaskan kepada pasukannya bahwa Allah menguji dengan sebuah sungai. Siapa yang meminum airnya kecuali sekadar seciduk dengan tangan, maka tidak termasuk pengikutnya. Yahudi mengkhianati Talut. Mereka meminum.

Drama meminum air sungai ini bisa menjadi petunjuk siapa subyek Yakjud dan Makjud. Mereka saat kembali ke Baitulmakdis akan memimum air Danau Tiberias sampai kering.

Hanya sedikit saja yang mematuhi Talut sehingga pasukannya kecil. Tapi Allah menegaskan bahwa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar atas ijin Allah.

Dalam perang itu muncullah Daud, seorang penggembala belia, menjadi pahlawan.  Dia berhasil membunuh Jalud, seorang panglima pasukan yang sangat kuat dan ditakuti musuh. Kemudian Allah mengangkat Daud sebagai penguasa (khalifah) di Baitulmakdis atau Yerusalem.

BACA JUGA  Akselerasi Ekonomi Digital, STIE YAPAN Surabaya dan IPBI Bali Satukan Sinergi Strategis

Pada saat Daud berkuasa, ada kelompok atau persekutuan rahasia kaum Yahudi yang mengkhianatinya. Di antaranya berusaha mengkudetanya. Kelompok inilah yang kemudian disebut Yakjuk dan Makjuj. Sampai Daud marah dan mengutuk kaum kafir Yahudi.

“Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” (Quran: Al Maidah 78).

Next: Melawan imperialisme…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.