Faktor eksternal berupa perang dalam bentuk non militer yang terus dilakukan oleh Amerika. Amerika memang sudah pergi dengan menyeret kaki sambil mbrebes mili. Tetapi tidak mau menyerah. Karena memang tidak ada kata “kalah” dalam kamus Amerika.
Amerika adalah First Nation. Imperium dunia tunggal. Sosok penganut eksepsionalisme yaitu negara superpower yang tidak perlu mengikuti aturan atau prinsip umum. Amerika itu teroris nomor satu, kata filosuf Yahudi baik, Noam Chomsky.
Maka, Amerika akan terus melakukan perang multidimensi sampai musuh benar-benar tunduk bersujud di bawah duli kakinya seperti yang selama ini dilakukan terhadap Iran, Cuba, Venezuela. Amerika, kata Imam Khomeini, tidak mencari sahabat tetapi mencari jongos untuk melayani kepentingan Amerika.
Intinya, Amerika ingin Taliban harus mengikuti sistem nilai dan budaya Amerika. Sangat menolak penerapan syariat Islam. Secara substansial, sistem negara khilafah yang hendak dibangun Taliban itu merupakan lawan sistem “khilafah sekuler” Amerika. Isu pemerintahan inklusif, hak-hak perempuan untuk menyerang Taiban itu hanya asapnya saja.
Pimpinan Taliban sudah menegaskan tidak akan menyerah untuk mengikuti sistem nilai dan budaya Amerika. Rupanya Taliban sangat mafhum dihadapkan dua pilihan. Sungai berisi air, dan sungai berisi api.
Jika memilih sungai berisi air berarti harus tunduk kepada kemauan Amerika dan sekutunya. Berarti harus berkhianat terhadap Allah. Air itu adalah tipuan duniawi. Berlindung di bawah duli Amerika itu juga peruma. Ibarat rumah, Amerika itu rumah laba-laba.
Maka Taliban sepertinya sudah memutuskan memilih sungai api. Berarti mereka yakin akan pertolongan Allah. “Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah dan Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah). Dan barang siapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh, pengikut (agama) Allah itulah yang menang.” (Quran: Al Maidah 55-56).
Dan Taliban rupanya sudah sangat yakin dengan janji Allah. “Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yangtertindas di bumi itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi). (Quran: Al Qashas 5). (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi