Senin, 8 Juni 2026, pukul : 16:27 WIB
Surabaya
--°C

Yang Kritis Dibabat, yang Memuja Jadi Pejabat

Sementara Qarun adalah orang yang mewakili kaum kapitalis disebut dalam Al-Quran sebanyak empat kali, dua kali di surah Al-Qasas, satu kali di surah Al-‘Ankabut dan satu kali di surah Al-Mu’min. Dikisahkan pula dalam Al-Qur’an dia juga sering mengambil harta dari Bani Israel yang lain dan dia memiliki ribuan gudang harta melimpah ruah, penuh berisikan emas dan perak. Begitu kayanya Qarun, sehingga kunci-kunci harta bendanya harus dipikul oleh beberapa orang yang kekar, terlalu berat untuk dibawa oleh satu orang.

Para tetangga dan orang sekelilingnya ingin sekali memiliki apa yang dimiliki Qarun. Menurut kisah Islam, Qarun ingkar atas nikmat Allah yang diberikan kepadanya, yang pada akhirnya ia diberi azab oleh Allah, tertimbun beserta harta bendanya kedalam tanah dalam waktu semalam. Tempat Qarun dibenamkan bersama dengan harta dan pengikutnya telah menjadi danau yang dikenal sebagai Danau Qarun atau dalam bahasa Arab Bahirah Qarun. Yang tersisa hanya puing-puing istana Qarun yang teletak di daerah Al Fayyum, Mesir.

Al Qur’an juga menceritakan kehadiran paranormal, dukun atau tukang sihir yang mendukung rezim kekuasaan fir’aun. “Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Fir’aun mengatakan: “(Apakah) Sesungguhnya Kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?” Fir’aun menjawab: “Ya, dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)”. (Al Qur’an, Surah al ‘Araf, ayat 113-114)

Tidak ada makan siang gratis sudah berlaku sejak zaman fir’aun, atau mungkin sebelumnya. Fir’aun mendatangkan para penyihir papan atas di kerajaannya untuk melawan Nabi Musa. Walaupun penyihir masuk golongan profesional, kesempatan itu dimanfaatkan oleh para penyihir untuk melakukan transaksi politik.  “(Apakah) Sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?” Jelas sekali para penyihir tidak berpura-pura menjadi relawan padahal mengharap jabatan.

BACA JUGA  Perang di Teluk Persia dan Batas Kekuatan Amerika Tanpa Aliansi

Nampak sekali para tukang sihir berorientasi pragmatisme. Mereka mau mendukung kekuasaan fir’aun hanya jika mendapatkan imbalan, baik berupa materi maupun jabatan. Istilah ‘menjadi orang-orang yang dekat kepadaku’ yang diucapkan fir’aun kepada tukang sihir adalah politik balas jasa kepada siapapun yang mau mendukung kekuasaannya.

Sementara Nabi Musa dan pengikutnya, juga termasuk sebagian tukang sihir yang tobat dibabat oleh fir’aun karena dianggap menjadi penghalang kekuasaannya. Nabi Musa yang berdakwah kepada fir’aun karena perintah Allah dianggap membangkang dna menjadi penghalang kekuasaan, maka akan dianggap musuh oleh rezim fir’aun. Pada kekuasaan fir’aun, yang kritis dibabar, sementara yang memuja diberikan jabatan.

Dari unsur militer, Al Qur’an menceritakan keberadaan bala tentara yang meniti jalan hidup bersama fir’aun dan menjadi budak politik fir’aun pada ayat-ayat berikut:

“Kemudian fir’aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota. (Fir’aun berkata): “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil. Dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita.  Dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga”.   Maka kami keluarkan fir’aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air,  dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia. (Q.S. Asy-Syu’ara 26:53-58).  

“Maka Fir’aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit.” (Q.S. Asy-Syu’ara 26:60).

Next: Dari kalangan masyarakat…

BACA JUGA  TNI AD Di Ujung Tanduk: Berhenti Bermimpi, Mulai Beradaptasi!
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.