Dalam Islam, kepemimpinan adalah amanah yang sangat berat dan akan dimintai pertanggungjawaban di pengadilan Allah di akhirat. Itulah mengapa jabatan khalifah bukanlah jabatan yang pantas diperebutkan, jika niatnya masih lurus karena Allah. Sementara jabatan pemimpin dalam demokrasi justru diperebutkan hingga menggunakan cara-cara curang dan penuh tipu daya.
Umar pernah berucapa: “saudara-saudara! Aku hanya salah seorang dari kalian. Kalau tidak karena segan menolak tawaran Khalifah Rasulullah (Abu Bakar) aku enggan memikul tanggung jawab ini. Ya Allah, aku ini sungguh keras, kasar, maka lunakkanlah hatiku. Ya Allah aku sangat lemah, maka berikanlah kekuatan. Ya Allah aku ini kikir, jadikanlah aku dermawan bermurah hati.”
“Bacalah Alquran, dalami, dan bekerjalah dengannya. Jadilah salah satu umatnya. Timbang dirimu sebelum menimbang, hiasi dirimu untuk persembahan terbesar pada hari ketika kamu akan dipersembahkan kepada Allah SWT. Bukan aku menurunkan diriku dari kekayaan Allah SWT dalam status sebagai wali yatim piatu. Jika kalian puas, maka akan diampuni, jika kalian miskin, maka akan makan enak.”
Next: Selanjutnya…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi