Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 20:35 WIB
Surabaya
--°C

Britania Raya Minta Maaf Akibat Bocornya 250 Data Penerjemah Afghanistan

London-Kempalan: Pada Selasa (21/9), pihak Britania Raya meminta maaf kepada publik akibat bocornya data penerjemah Afghanistan yang pada saat ini sedang mengumpat di beberapa negara Barat semenjak Afghanistan diambil alih oleh Afghanistan. Semua data yang bocor sangat berbahaya karena mengandung semua data pribadi di dalamnya.

Melansir dari Fox News, sekiranya terdapat 250 data email yang bocor oleh tim Urusan Relokasi dan Asistensi di Afghanistan. Kemudian sekitar 30 menit setelahnya, dikabarkan bahwa semua surel yang bocor tersebut kemudian diretas.

“Sejauh yang saya tahu, beberapa penerjemah tidak menyadari bahwa mereka mengklik “Reply all” pada surelnya yang kemudian semuanya bisa melihat situasi bahaya yang ia sedang hadapi. Di surel tersebut juga terdapat foto pribadi serta detail kontak pribadi yang kemudian menjadikannya sangat berbahaya apabila bocor” ucap salah satu penerjemah Afghanistan.

BACA JUGA  IFA7 WORLD CHAMPIONSHIP HONDURAS 2026

Menteri Pertahanan Britania Raya, Ben Wallace mengatakan bahwa investigasi sedang dilakukan untuk menelusuri kesalahan yang ada karena berdasarkan laporan, tindakan ini bermula dari adanya human error. Kemudian juga juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa hal ini menjadi pembocoran yang sangat berbahaya.

“Investigasi telah kami luncurkan untuk menelurusi informasi yang bocor tersebut dari tim Relokasi dan Asistensi Afghanistan. Kami meminta maaf kepada semua pihak yang merasa terdampak dengan adanya permasalahan ini dan akan bekerja secara penuh untuk memastikan hal ini tidak akan terjadi lagi kedepannya” ucap Ben Wallace.

(FoxNews, Muhamad Nurilham)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.