Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 14:28 WIB
Surabaya
--°C

Ternyata, ada Lorenzo di Belakang Pecco

Dia baru bisa memahaminya musim lalu. Faktanya, musim lalu Pecco kali pertama dapat berdiri di podium sejak promosi ke MotoGP tahun 2019. Tempatnya pun sama dengan yang saat akhir pekan kemarin dia taklukkan, Misano. Saat itu dia podium kedua.

Teknik pengereman Lorenzo yang dia tiru. ’’Saya menandai perbedaannya di awalan saat pengereman. Saya mengerem sangat keras, lalu saya lanjutkan selambat yang saya bisa. Namun, saya pikir perbedaannya ada di awalannya,’’ beber pembalap juara dunia Moto2 2018 tersebut.

Salah satu aksi cornering Jorge Lorenzo bersama tim Ducati pada musim 2018. Uniknya, nomor yang dipakai Lorenzo mirip dengan Francesco Bagnaia. Lorenzo 93 dan Bagnaia 63. Foto: MotoGP

Pemahamannya terhadap motor Ducati Panigale juga ikut mempengaruhi. ’’Sisi bagusnya Panigale adalah pada tingkat gaya berkendara dan ban. Karena yang kami pakai ketahanan ban Michelin, yang punya konstruksi serupa. Sehingga Anda bisa memahami front end bekerja dalam MotoGP,’’ sambung Pecco dalam penjelasannya.

BACA JUGA  Adopsi Sukses IVCA Rally 2026, Bumi Jenggolo III Siap Guncang Sidoarjo dengan 10 Ribu Onthelis Mancanegara

Itu didukung dengan karakter motor Ducati yang dia tunggangi. Stabilitas jadi nilai plus-nya. ’’Sehingga, di tikungan pun kami bisa masuk dengan cepat, lebih menikung tapi motor tidak banyak bergerak,’’ klaim Pecco.

Setidaknya, dengan menganggap Lorenzo sebagai role model-nya selain Valentino Rossi, sang mentor, Pecco bisa punya naluri pemenang. Sama seperti Rossi, Lorenzo pun pernah sukses memenangi MotoGP tiga kali, 2010, 2012, dan 2015. Pecco? (Yunita Mega Pratiwi)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.