Minggu, 26 April 2026, pukul : 23:11 WIB
Surabaya
--°C

Mengulik Kebebasan Beragama bersama Dua Cendekiawan Muslim

SURABAYA-KEMPALAN: Kali ini Madat Club bersama Komunitas Madani membahas mengenai kebebasan beragama bersama dua cendekiawan Muslim, yakni Mustafa Akyol dan Ulil Abshar Abdalla.

Pembahasan pada Jumat (17/9) itu dimulai dengan pemaparan oleh Mustafa Akyol selaku pemateri utama mengenai pemurtadan.

“Kita, umat Islam harus berhenti melihat pemurtadan sebagai kejahatan,” tutur Akyol. Ia memberikan contoh Malaysia yang memberikan rehabilitasi kepada seseorang yang melakukan Ridah/pemurtadan, seraya mengutip Alquran bahwa agama tidak seharusnya dipaksakan.

Mustafa menjelaskan bagaimana ada perbedaan penerjemahan terhadap “la ikraha fid diin” (tidak ada paksaan dalam beragama) dari QS Al-Baqarah ayat 256. Ia membandingan penerjemahan antara Malaysia dan Arab Saudi. Ada upaya untuk membatasi makna berkaitan dengan kebebasan beragama.

Ia menunjukkan bahwa selama berabad-abad, banyak orang Arab Kristen yang hidup di bawah kekuasaan Kerajaan Islam.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.