Minggu, 31 Mei 2026, pukul : 04:13 WIB
Surabaya
--°C

Heboh! Australia-AS-Inggris Luncurkan Pakta Baru

London-Kempalan: Australia berbarengan dengan AS dan Inggris meluncurkan sebuah pakta baru bersama untuk pertama kalinya di region Asia Pasifik. Adanya pakta ini menimbulkan banyak spekulasi mendadak mengenai tindakan mereka di region tersebut untuk menyeimbangkan kekuatan Tiongkok.

Dalam pakta tersebut, Australia diberikan izin untuk membuat kapal selam berbasis tenaga nuklir untuk pertama kalinya dan semua teknologi akan mendapatkan bantuan langsung dari AS. Selain itu, pakta tersebut juga akan meliputi kerja sama di bidang AI dan teknologi lainnya.

Pakta tersebut diumumkan pada konferensi pers virtual pada Rabu (15/9) yang dihadiri oleh Presiden Biden, Perdana Menteri Boris Johnson dan perwakilan Australia yaitu Scott Morison.

BACA JUGA  Misi Emas Porprov X: Skuad Voli Putra Surabaya Mulai Terbentuk

Dengan adanya tindakan tersebut, Tiongkok merasa terancam dengan adanya pakta tersebut dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut sangat tidak bertanggung jawab. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Zhao Lijian mengatakan bahwa tindakan tersebut sangat berbahaya terhadap perdamaian regional dan bahkan akan memperparah adanya perlombaan senjata.

“Pakta tersebut sama sekali tidak bertanggung jawab karena dapat membahayakan keamanan regional serta akan dapat meningkatkan eskalasi perlombaan senjata” ucap Zhao Lijian.

Beberapa tahun belakangan, Tiongkok selalu dituduh sebagai pembuat gaduh di regional Asia Pasifik terlebih lagi di Laut Cina Selatan. Keberadaan Tiongkok membahayakan AS dan negara Barat lainnya sehingga muncul banyak balance of power.

Kemudian juga berdasarkan Menteri Pertahanan Britania Raya, Ben Wallace, ia mengatakan bahwa Tiongkok telah memulai dan mengeluarkan pengeluaran yang paling besar sepanjang sejarah.

BACA JUGA  Lompati Batas Negara: Labschool UNESA Resmi "Kawinkan" Kurikilum dengan Taiwan Cetak 'Global Citizens'

Aliansi ketiga negara tersebut menjadi upaya kerja sama negara tersebut untuk pertama kalinya setelah Perang Dunia II.

(BBC, Muhamad Nurilham)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.