Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 10:14 WIB
Surabaya
--°C

Smart Farming Dapat Tingkatkan Produksi Pertanian secara Signifikan

JAKARTA-KEMPALAN: Sebagai negara agraris, sektor pertanian menjadi komponen fundamental dalam konteks perekonomian di Indonesia. Bahkan, sektor ini memiliki dampak nyata pada kenaikan PDB hingga 13,7% pada tahun 2020 lalu. Oleh karenanya, metode smart farming dapat digunakan sebagai stimulus dalam meningkatkan produksi pertanian secara signifikan.

Hal ini disampaikan secara langsung oleh Airlangga Hartanto selaku Menteri Koordinator Perekonomian RI. Ia menilai jika sektor pertanian ialah salah satu yang kokoh dalam menghadapi situasi Covid-19 seperti sekarang ini. Yang disoroti olehnya, kelapa menjadi komoditas yang krusial terutama dalam konteks ekspor pada lahan perkebunan.

“Kelapa harus masuk dalam rantai nilai global untuk mendapatkan nilai komoditas yang optimal dalam perdagangan internasional,” ucap Airlangga Hartarto dalam perhelatan acara 49th International Cocotech Conference and Exhibition, dikutip dari Tribunnews, pada Senin (30/8).

Untuk mengakselerasi hal ini, Ketua Umum Partai Golkar ini mencanangkan metode smart farming. Mekansime ini dinilai dapat menunjang eskalasi pada faktor produksi pertanian secara masif dan pesat. Selain itu, smart farming juga menjadi titik temu antara nilai produktivitas pada sektor pertanian maupun nilai sustainable.

Airlangga memberikan contoh positif dari aplikasi smart farming pada komoditas tanaman kelapa di perkebunan. Seperti, dapat melakukan kontrol terhadap kesehatan kontur tanah, irigasi mikro, diversifikasi tanaman, palm climbing machine, robotic palm harvestors, neera harvestors, red palm weevil detector, air blast sprayer, surveillance plant condition using image analysis/ machine learning, pathogen detection, dan automation in coconut tissue culture.

Berbagai contoh positif dari pemanfaatan metode smart farming juga secara linear berkesinambungan dengan penerapan teknologi inovatif. Seperti hilirisasi produk kelapa, minyak kelapa murni, hingga fitonutrein yang memiliki nilai pasaran yang tinggi. Tidak hanya itu, hal ini juga dapat memaksimalkan produk dari tanaman kelapa, misalnya santan, nata de coco, gula kelapa, hingga serabut kelapa. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.