Selasa, 2 Juni 2026, pukul : 16:03 WIB
Surabaya
--°C

Terkait Keamanan Siber, Perusahaan Teknologi Amerika Serikat Siap Gelontorkan Miliaran Dolar

JAKARTA-KEMPALAN: Isu mengenai keamanan siber menjadi salah satu yang disoroti akhir-akhir ini. Sebab, banyak dugaan bahwa ada pembobolan siber yang menyangkut kerahasiaan dan ketersediaan informasi yang sifatnya nasional.

Terkait isu ini, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, seperti Apple, Microsoft, Google, dan Amazon siap gelontorkan dana miliar dolar. Hal ini disampaikan ketika perwakilan perusahaan bertemu dengan Joe Biden selaku Presiden Amerika Serikat pada Rabu (25/8).

Selain berdiskusi dengan petinggi perusahaan terbesar di dunia tersebut, Joe Biden juga bertukar pikiran dengan para petinggi perusahaan keuangan nasional. Pertemuan penting ini adalah bentuk tanggap dari pemerintah Amerika Serikat menyikapi beberapa serangan siber tingkat tinggi.

Pemantik dari pertemuan ini ialah kejadian memilikan yang terjadi pada kontraktor perangkat luna atau software pemerintah SolarWinds dan pipa minya Colonia Pipeline yang mengalami serangan siber berskala tinggi.

Dari forum tersebut, diketahui bahwa perusahaan Apple akan memformulasikan program yang ditujukan guna memperkokoh sistem keamanan terkait dengan instrumen yang memasok teknologi Amerikat Serikat.

“Ini akan termasuk bekerja dengan pemasok untuk mengadopsi otentikasi multifaktor dan pelatihan keamanan,” ucap pemerintah Amerika Serikat, dikutip dari CNBC Internasional, pada Kamis (26/8).

Selanjutnya, Politisi Partai Demokrat ini juga melakukan tanda tangan kontekstual terkait perintah eksekutif yang secara eksplisit mengharuskan agensi negara untuk mengimplementasikan otentifikasi “two-factor authentication” saat proses login. Skema ini bertujuan untuk mereduksi adanya potensi serangan siber.

Di lain sisi, perusahaan Google menegaskan jika pihaknya akan menggelontorkan investasi sebesar 10 miliar USD hingga lima tahun ke depan. Secara substansi, hal ini ialah guna memproteksi keamana siber yang dibarengi dengan pelatihan intensif pada 100 ribu warga Amerika Serikat di bidang Informasi dan Teknologi (IT). (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.