CHICAGO-KEMPALAN: Seorang apoteker asal Chicago diduga menjual sebanyak 100 kartu vaksin melalui platform eBay. Ia mendapatkannya melalui Dinas Pencegahan Penyakit (CDC). Akibatnya ia akan menghadapi hukuman maksimum 120 tahun penjara, karena dianggap mencuri barang milik pemerintah federal.
Tangtang Zhao namanya, ia berumur 34 tahun, ditahan dan didakwa karena pemalsuan kartu vaksin yang ia dapatkan dari CDC di tempat kerjanya lalu menjualnya di dunia maya dengan harga 10 dolar AS/kartu.
Agen khusus Kantor FBI Chicago Emmerson Buie Jr mengatakan bahwa menjual kartu vaksin secara sadar kepada orang yang belum divaksin akan menyebabkan resiko kematian dan penularan virus corona.
Ia menambahkan, dengan harga yang sangat murah dengan dampak yang membahayakan keamanan negara adalah penghinaan terhadap mereka yang bertugas menghentikan penyebaran virus corona. Hal semacam itu, menurutnya, adalah kejahatan federal dengan konsekuensi yang serius.
Keuntungan yang diraup oleh Zhao dengan menjual kartu itu diduga mencapai $1.200. Ia akan didakwa mencuri 125 kartu vaksin yang masih kosong dengan tambahan 12 dakwaan lainnya yang masing-masing berisikan 10 tahun penjara.
Asisten Jaksa Agung Kenneth A. Polite Jr menyampaikan dalam sebuah pernyataan Departemen Kehakiman bahwa lembaganya sangat serius dalam kasus ini serta akan menyelidiki sungguh-sungguh semua kasus kriminal yang membuat orang semakin tidak percaya dengan vaksinasi dan status vaksinasi.
Agen khusus Inspektorar Jenderal Departemen Kesehatan (HHS-OIG) Lamont Pugh III menyatakan, mencuri dan menjual kartu vaksinasi Covid-19 adalah permasalahan yang tak bisa ditoleransi seraya menambahkan bahwa keamanan publik adalah prioritas utama lembaganya sembari mendorong masyarakat AS untuk mendapatkan kartu vaksin dari penyedia layanan yang sah.
Adapun kasus ini akan diselidiki oleh Biro Investigasi Federal (FBI) bersama dengan HHS-OIG. (RT/DOJ, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi