KUALA LUMPUR-KEMPALAN: Melansir dari Bernama, Kantor Berita Malaysia, mereka menunjukkan generasi Y kurang memiliki ilmu pengetahuan mengenai perkembangan, konstitusi, sejarah, dan lembaga kerajaan. Hal ini terbukti ketika para pemuda itu menyampaikan pandangannya tanpa mempertimbangkan akibatnya.
Para akademisi berkomentar mengenai Generasi Y ini menyampaikan bahwa lembaga pendidikan, termasuk sekolah adalah medium yang penting untuk mendidik generasi muda juga menanamkan pada diri mereka sebuah pemahaman dan apresiasi atas lembaga kerajaan, namun penerapan konsep Rukun Negara, terutama kesetiaan terhadap Raja dan Negara masih kuran di tingkat sekolah.
Prof. Datuk Dr. Shamrahayu Ab Aziz dari Universiti Teknologi Mara mengutarakan, selain lembaga pendidikan, para pemimpin dan anggota senior dari masyarakat harus memainkan peran yang penting dalam memberitahu pentingnya konsep monarki konstitusional kepada generasi muda dengan pendekatan yang tepat.
Mendidik generasi muda, menurutnya, harus difokuskan kepada mereka yang berada pada umur 20 tahunan karena ke depannya mereka mungkin akan memimpin Malaysia. Ia menambahkan bahwa adalah kewajiban generasi yang lebih senior untuk memandu pemuda guna memahami peranan kerajaan sebagai “mata air keadilan” serta memperkuat persatuan dan patriotisme di masyarakat.
Sementara itu, ia membeberkan, sejumlah murid di Sarawak yang bukan berasal dari etnis Melayu juga kurang memahami lembaga kerajaan dikarenakan kurangnya pengetahuan yang diberikan kepada mereka dari guru-gurunya. Shamrahayu menyatakan, meskipun raja Malaysia haruslah orang Melayu, tapi yang bersangkutan adalah pemimpin seluruh warga negara Asia Tenggara itu.
Bagi profesor Universiti Teknologi Mara itu, patriotisme tidak bisa sekedar diajarkan dan disuruh menghafal Rukun Negara saja, justru patriotisme harus diajarkan semenjak masih di rumah, maka dari itu orang tua harus sadar akan pentingnya patriotisme sehingga dapat mengajarkannya kepada anaknya.
Adapun, seorang anggota Fakultas Bahasa dan Pendidikan di Melaka Islamic University College, Prof. Datuk Dr. Baharudin Puteh mengamati lunturnya ketaatan terhadap prinsip Rukun Negara dan kesetiaan terhadap Raja dan Negara serta supremasi konstitusi disebabkan oleh maraknya kritik yang dilontarkan kepada monarki dan sistem demokrasi parlementer di Malaysia. (Bernama, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi