Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 10:41 WIB
Surabaya
--°C

Ratusan Etnis Rohingya Hilang dari Kamp Pengungsi di Lhokseumawe

JAKARTA-KEMPALAN: Ratusan pengungsi Rohingya hilang dari kamp pengungsi di Lhokseumawe, Aceh. Mereka diyakini telah melarikan diri ke Malaysia. Hanya 112 pengungsi yang tersisa di  kamp di Lhokseumawe pekan ini. Angka tersebut, tulis the Straits Times, turun drastis dari awalnya hampir 400 orang yang datang antara Juni hingga September tahun lalu.

Tidak ada pejabat lokal atau PBB yang bisa menjelaskan di mana keberadaan kelompok minoritas Muslim dari Myanmar yang kini tidak memiliki kewarganegaraan tersebut. Mereka dikhawatirkan ikut dalam kegiatan trafficking yang membantu mereka melintasi Selat Malaka menuju Malaysia.

“Kami tidak tahu ke mana mereka pergi,” ujar Ridwan Jalil, kepala gugus tugas Rohingya di Lhokseumawe. “Tetapi mereka akan pergi jika bisa melarikan diri, karena memang itu tujuannya.”

Represi militer Myanmar pada 2017 yang dipandang PBB sebagai tindakan genosida, memaksa 750.000 etnis Rohingya melarikan diri melintasi perbatasan. Tujuan mereka adalah daerah Bangladesh. Di sana pengunsi akan ditahan di kamp pengungsian.

Ribuan di antara mereka rela membayari orang untuk menyelundupkan mereka keluar dari Bangladesh. Hal itu dilakukan dengan menempuh perjalanan laut berbulan-bulan yang berbahaya. Kadang disiksa oleh pelaku perdagangan manusia (traffickers) dan hampir mengalami kelaparan demi mencapai Indonesia dan Malaysia.

Sedikitnya 18 orang etnis Rohingya dari kamp Lhokseumawe dan puluhan lainnya baru-baru ini disergap oleh polisi beberapa ratus kilometer sebelah selatan Medan. Daerah ini kerap menjadi titik perlintasan ilegal menuju Malaysia.

Malaysia adalah tujuan utama warga Rohingya yang kabur dari kamp pengungsi. Lebih dari 100.000 etnis Rohingya kini tinggal di Negeri Jiran. Mereka berstatus pengungsi dan tidak boleh bekerja. Namun, sebagian tetap sumbunyi-sembunyi bekerja di sektor konstruksi dan pekerjaan berupah murah lain secara ilegal.

“Mereka tetap pergi meskipun kita terus-menerus mengingatkan bahaya dan risko mereka kabur. Termasuk jika menggunakan jasa penyelundup manusia,” ujar staff UNHCR Mitra Suryono. “Tetapi memang banyak di antara mereka memiliki keluarga di negara lain, termasuk Malaysia. Itu mungkin alasan mereka pergi dari kamp pengungsian,” imbuhnya. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.